NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark

[LN] Tomodachi no Ushiro de Kossori Tewotsunaide - Volume 2 - Prologue [IND]

 


Translator: Aldiwang 

Editor: Aldiwang 

Prologue



 Ini adalah cerita tentang anak-anak yang sedikit demi sedikit tumbuh menjadi dewasa.

"Inilah bagaiamana seorang drummer legenda, John Bonham, memukul drum dengan tangan kosong."Seorang teman dekatku, Miyabuchi Seiran mengatakan itu sambil menggerak-gerakkan kedua tangannya di udara.

Dilihat dari gerakannya, mungkin dia sedang memperagakan cara memukul drum. Namun bagiku yang sama sekali tak mengetahui nama drummer itu, John hanyalah orang bodoh yang sedang bersusah payah menangkap seekor lalat.

"Bukankah itu keren? Jadi, Junya, kenapa kau tak coba bermain drum?""Aku tak mau."Aku menggigit roti yakisoba yang kupegang sambil menatap luasnya langit.

Langit musim gugur di akhir september yang biru cerah tanpa awan yang menutupi.

Matahari masih terasa terik hari ini, jadi beberapa orang masih memakai pakaian musim panas mereka. Angin gunung yang semilir berhembus dari arah belakang gedung sekolah, menerpa kami yang sedang makan siang bersama di atap sekolah.

SMA Miyama ini adalah sebuah sekolah yang terletak di area pedesaan dan memiliki atap yang nyaman digunakan untuk bersantai.

Setiap istirahat makan siang, kami selalu makan siang di bangku dan meja yang tersedia disana, dan itu sudah menjadi keseharian kami.

"Bagaimana denganmu, Shintarou? Apa kau ada ketertarikan untuk bermain drum?"Seiran memalingkan wajahnya ke seorang teman dekatku yang lain yang duduk di sisi lain meja.

Berbeda dengan Seiran yang tinggi dan badannya bagus, Shintarou adalah laki-laki yang tidak terlalu tinggi dengan wajah baby-face, dia sedang melahap bekal yang ia bawa.

"Aku juga tidak bisa. Lagipula, mana mungkin ada orang yang bisa melampauimu hanya dalam waktu sebulan."Miyabuchi Seiran.

Tanaka Shintarou.

Dan aku, Koga Junya.

Kami bertiga sudah sangat dekat sejak SMP. Kami selalu bersama ketika melakukan sesuatu.

Dan kemudian──

"Yo. Hei Seiran, kau masih mencari anggota band?""Ahaha... Apa kau menemukan seseorang yang cocok?"Dua orang gadis yang biasanya berkumpul bersama kami akhirnya datang.

Seiran menghela napasnya kemudian menggelengkan kepalanya.

"Nggak, bukan begitu. Oh iya, gadis pun tak masalah. Apa kalian berdua tertarik?"Salah satu dari mereka yang berambut pendek menjawab itu sambil menyedot jus.

"Sudah kubilang akan kuperkenalkan jika aku menemukannya. Lagipula, kalau drum, bagaimana jika aku yang memainkannya? Begini begini, aku pernah memainkan gembrengan ketika maih SD."Dia adalah Asagiri Honoko. Dia memiliki kaki yang panjang, dan tergolong tinggi untuk ukuran gadis. Dia juga memiliki tubuh seorang model jika kau memperhatikannya. Dia menggunakan make-up di wajahnya, dan dia sangat cantik dan dewasa.

"Ahaha. Asagiri-san tak bisa bermain drum, bukan? Kita sudah membuktikannya dalam game musik bahwa pemahaman nada tak ada gunanya."Aku mengatakan itu untuk meledeknya, lalu ia meletakkan kotak jus yang dari tadi ia pegang.

"~Chan-chakachan chakachakachan chakachakachan tss~"Ketika aku menyenandungkan sebuah lagu klasik, Carmen (sepertinya begitu) yang biasanya digunakan dalam festival olahraga, dia mendaratkan tangannya di pipiku sekencang yang ia bisa. Suara yang kering menggema di atap sekolah.

"Sakit woi! Kau itu ngapain sih?""Kurasa aku akan menunjukkan kemampuan bermain gembrenganku pada Koga-kun sialan yang kasar. Bagaimana? Penampilan irama dan dinamis? Chan chakachan...""A-aku mengerti, jadi tolong jangan kau lanjutkan lagi... Kurasa kau bisa mengguncang dunia dengan gembrenganmu itu."Sepertinya, Asagiri-san sedang bersemangat.

Dia adalah tipe gadis yang "cantik jika sedang diam". Mungkin aku akan lebih mudah akrab dengannya jika dia adalah laki-laki.

"Ahaha... Sekarang, suaramu sudah semakin bagus, ya..."Seorang gadis lain melempar senyuman kecil padaku.

Dia adalah Narushima Yoru-san. Rambutnya yang hitam dan panjang menjuntai hingga ke dadanya, dan matanya yang lebar terlihat lemah dengan ujungnya yang sedikit menurun. Di balik seragam blus putihnya, oppainya yang besar dan tak bisa dia sembunyikan terbentuk disana. Bisa disebut dia adalah Chibi pendek berdada besar.

"Apa Narushima-san punya kenalan? Seseorang yang bisa main drum.""Uh, etto, aku...tak punya teman selain kalian. Jadi maaf, aku tak bisa membantu."Berkebalikan dengan Asagiri-san yang cerah dan mudah bersosialisasi, Narushima-san adalah gadis yang pemalu dan introvert.

──Harusnya seperti itu.

Sampai musim panas kali ini, hal itulah yang kupercayai tanpa sedikitpun kuragukan.

Aku, Seiran, dan Shintarou, kami bertiga sudah berteman sejak SMP.

Dan ketika kami masuk SMA, Asagiri-san dan Narushima-san bergabung. 

Dan akhirnya kami menjadi lima orang teman dekat.

Itu hanya setengah tahun sejak kami menjadi lima orang teman dekat, tapi rasanya, kami berlima telah saling mengenal untuk waktu yang sangat lama.

Teman terbaik yang bisa hidup berdampingan tanpa keraguan dan tanpa memperdulikan gender.

Bahkan setelah musim panas berlalu, tak ada yang berubah dari hubungan pertemanan kami berlima.

Memang benar, Tak salah lagi, tak ada yang berubah, tetapi──

"Ufufu~"Narushima-san menatapku kemudian tertawa sejenak.

Mungkin dia tersenyum karena teringat ketika pipiku terkena tamparan.

Itu bukanlah senyuman yang lemah, namun entah mengapa terasa penuh keangkuhan dan kejahatan.

Tawa riang yang jahat dan berbahaya yang bisa memikat laki-laki.

Senyumnya itu hanya berlangsung sesaat, hingga aku yakin tak ada yang menyadarinya selain diriku.

Dan tak ada seorangpun yang menyadari bahwa kelompok lima orang ini telah berubah, selain seseorang yang paling merasa khawatir.

Seiran menghela napas panjang.

"Ahh, kukira aku akan sukses besar dalam band untuk festival sekolah nanti, tapi ini benar-benar sulit..."



"Ah, benar juga. Sebentar lagi akan ada festival budaya. Aku sungguh tak sabar!"Aku berdiri sambil berteriak.

Aku ingin menghilangkan rasa khawatir yang mengganggu dalam kepalaku dengan berteriak.

"Untuk kelas nanti, sepertinya aku ingin mengadakan stan terbuka untuk festival nanti! Entah itu stan takoyaki atau stan crepe atau apapun itu, bukankah membuka stan seperti itu kedengaran masa muda banget?"──Oh Tuhan, tolonglah.

"Hmm, aku mengerti, aku mengerti! Kalau aku ingin coba untuk membuka cafe maid! Iya kan, Yoru?""Eh!? seragam maid itu...rasanya agak...memalukan"──Aku tahu ini permohonan yang sangat egois.

"Dan juga, cafe maid nanti tak hanya untuk para gadis saja! Kalau nanti Shintarou juga memakai seragam maid, bukankah itu akan jadi lebihe meriah?""Kenapa juga nama gue dibawa-bawa?""Ah, benar, benar! Kalau begitu, Seiran-kun juga harus memakai seragam maid, nanti aku yang akan meriasnya!""Ahaha, benar juga ya... Kalau Seiran-kun menjadi maid, mungkin dia akan mendapat perintah dari beberapa pengujung!""Sialan kau, Narushima. Lihat saja nanti, aku akan menjadi maid paling populer di kelas. Ingat itu."──Kuharap hubungan pertemanan kami berlima yang tenang ini terus berlanjut seperti ini.

"Sip! kalau begitu untuk festival budaya nanti, kita semua akan berperan jadi maid!"Ketika aku meneriakkan itu, semua mata dingin mereka tertuju padaku.

"Sepertinya Junya yang paling pengen jadi maid, ya..."Semuanya kecuali diriku mengangguk setuju pada kata-kata Seiran "Umu umu.""Hei, bukankah kalian terlalu kasar padaku?"Dibawah langit musim gugur yang masih terasa hangat.

Kelompok lima orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu tertawa bahagia seperti orang bodoh.

Kelompok lima orang ini sangatlah istimewa bagiku, dan dari lubuk hatiku yang terdalam, mereka adalah teman-teman terbaikku.

Dan akulah yang mencoba mengusik ketenangan dalam kelompok itu.

Tapi aku juga orang yang paling takut jika hubungan kami terpecah.

Sekarang adalah musim gugur.

Musim yang sentimentil dimana dedaunan yang subur mulai berganti warna dan satu persatu berguguran.

Di tengah sibuknya pergantian musim, kami sedikit lagi tumbuh menjadi orang dewasa yang sedikit berbeda.

Ini adalah cerita rahasia tentang musim gugur yang rumit.

Cerita tentang rahasia yang penuh dosa dan pengkhianatan yang tak pernah bisa dikatakan pada siapapun.

........

Dan juga cerita tentang sebuah cinta kecil.




Post a Comment

Post a Comment