NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark

[LN] Tomodachi no Ushiro de Kossori Tewotsunaide - Volume 2 - Chapter 1 [IND]

 


Translator: Aldiwang 

Editor: Aldiwang 

Chapter 1 - Janji Bertemu 



 Diantara kami berlima, tidak ada satupun yang mengikuti klub, jadi kami selalu pulang bersama.

Kami berjalan berkerumun di jalan pedesaan yang besar dengan area persawahan padi yang luas di samping kanan-kirinya.

「Tentang band, apa yang harus kulakukan yaa...」

Setelah menghela napasnya, Seiran meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya bersamaan dengan tasnya yang tipis.

Sepertinya salah seorang kenalannya dari klub musik ringan mengajaknya untuk bergabung dengan band untuk manggung di festival sekolah nanti.

Namun anggota band tersebut seperti hantu, dan hampir tak ada anggota yang bisa memainkan alat musik dengan benar. Jadi Seiran yang mahir bermain gitar merasa terasingkan.

Dia sekarang belum menemukan seorang drummer, dan dia sekarang sedang berada dalam masalah.

「Sekarang ini, anggota band tersisa basis dan vokalis kan? Kalau Seiran memainkan gitar, maka yang lainnya cukup melihat saja kan? Apa kau bisa melakukannya?」

Asagiri-san bilang begitu.

Seiran menjawabnya dengan mengeluh 「Sepertinya aku tidak bisa.」

Tapi sebagai orang yang tak tahu apa-apa mengenai musik, aku tak bisa melibatkan diriku dalam masalah ini.

「Hei, Shintarou. Untuk stan makanan, sungguh, kupercayakan padamu.」

「Aku tak punya hak memutuskan itu seorang diri. Setiap kelas ingin membuka stan makanan, jadi semuanya tergantung pada hasil undian nanti.」

「Ahaha... Jadi bagaimana menjadi panitia? Apa itu merepotkan?」

Kami yang berjalan dibelakang Seiran dan Asagiri-san mengobrol seperti itu.

Sekitar satu setengah bulan lagi akan diadakan festival budaya SMA Miyama.

Shintarou terpilih menjadi panitia untuk acara festival budaya tersebut.

Dia bukanlah tipe orang yang senang mengikutsertakan dirinya dalam hal tersebut, namun dia harus terlibat karena hasil undian di kelas.

「Yahh, banyak yang harus kukerjakan sih. Tapi aku juga menikmatinya dengan caraku sendiri.」

Kemudian Seiran yang berjalan di depan menoleh ke belakang sambil menyeringai.

「Tentu saja kau menikmatinya. Karena itu kau bisa mendekati senpai yang cantik itu, kan?」

「Tu-tunggu, Seiran!」

Shintarou sepertinya terlihat resah, tapi aku dan dua gadis lainnya sama sekali tak mengikuti obrolan.

Seiran melihat ke arah kami sambil mengelus kepala kecil Shintarou.

「Sebenarnya aku sudah melihatnya beberapa kali. Baru-baru ini, dia cukup dekat dengan seorang kakak kelas tiga yang juga merupakan panitia. Siapa ya namanya... Konishi-senpai, kan?」

「Su-sudah kubilang, itu bukan seperti itu!」

「Meski begitu, sepertinya dia cukup ramah ya. Barusan, diam-diam kau sedang komunikasi dengan Konishi-senpai lewat ponselmu itu, kan? Sepertinya kulihat ada dua emote hati tadi.」

「Bwah... ugh...」

Aku sama sekali tak menyadarinya. Ternyata Shintarou punya hubungan seperti itu.

Yahh, lagipula dia adalah shota yang ramah dan populer di kalangan onee-san (kalau kau bilang begini padanya, dia pasti akan marah), jadi aku paham kenapa ia bisa akrab dengan para senpai.

Asagiri-san menatap Shintarou seakan dia baru saja menemukan mainan.

「Ada apa ini? Apa ini musim cinta buat Shintrou?」

「Ugh... Itu...」

「Ahaha... Jadi, apa Tanaka-kun menyukai Konishi-senpai?」

Narushima-san bertanya padanya sambil tersenyum.

Shintarou menunduk dengan malu-malu sambil menggaruk jidatnya.

「...(glek)」

Dia mengangguk terdiam.

「Uwaaahh, sialan kau. Akhirnya kau mengakuinya! Hei, bukankah ini berita besar?」

「Kalau begitu, bukankah kau akan jadi orang pertama yang akan punya pacar diantara kita?」

Asagiri-san dan Seiran yang kelewat bersemangat melompat bersamaan sambil melakukan tos.

「Anu, aku kasihan pada Tanaka-kun kalau kalian menjahilinya seperti itu...」

Narushima-san membuat wajah yang sama seperti Shintarou.

Mereka pasti tidak menyadarinya.

Tepat sebelum Shintarou mengangguk, dia sesaat melirik Narushima-san.

Sebenarnya, dia jatuh cinta pada Narushima-san beberapa waktu lalu. Dan hampir saja dia menyatakan perasaannya.

Dan bagian terburuknya adalah, akulah yang menghentikannya untuk menyatakan perasaannya.

Setelah itu, kami bertiga membuat janji, "tidak memacari seseorang dalam kelompok, dan tak akan menyatakan perasaan pada mereka".

Itu adalah sesaat sebelum kami membuat aliansi tak memacari orang dalam kelompok, dan kami beri nama GKD.

「Ugh...」

Lagi-lagi aku merasa mual, lalu menutup mulutku.

「Ada apa, Junya?」

Aku memberi isyarat pada Seiran yang sedang kebingungan, bahwa aku tak apa-apa.

Mungkin saja Shintarou masih menyukai Narushima-san, namun dia mencoba mengurungkannya dan mencari cinta lainnya.

Aku juga tak tahu sih, dan aku tak punya keberanian untuk memastikannya.

「Yosshhaaa!」

Aku mengambil kesempatan ketika semuanya sedang bersemangat.

「Karena besok libur, kita akan menyusun rencana mendukung Shintarou dengan Konishi-senpai!」

Aku tak punya pilihan lain selain memberikan saran yang curang seperti itu.

「Eh? Tak perlu, tak perlu. Aku akan melakukan sesuatu tentang itu!」

「Ah, palingan Junya hanya ingin untuk main bareng, kan?」

「Ahaha. Ketahuan kau, Koga-kun. Bagaimana kalau kita bertemu di depan stasiun besok jam 1 siang?」

「Ah, ta-tapi, jika Tanaka-kun mau, kita bisa bicarakan tentang itu juga.」

Ketika aku sedang membuat kebisingan seperti biasanya, tahu-tahu kami sudah sampai di persimpangan yang biasanya.

Aku dan Narushima-san berhenti sejenak lalu melambaikan tangan pada semuanya.

「Sampai jumpa besok.」

「Y-yeah. Sampai jumpa semuanya.」

Mereka juga melambaikan tangan pada kami.

Semua sudah tahu kalau aku dan Narushima-san hidup mandiri di apartemen yang sama.

Tapi mulai dari sini, ini akan menjadi rahasia yang tidak diketahui oleh selain kami berdua.

Saat kami berpisah dengan semuanya, dan kami sekarang benar-benar hanya berdua,

「Ufufu.」

Sambil berjalan di sebelahku, Narushima-san perlahan menggenggam tanganku.

「...Sudah kubilang, ayo kita hentikan semua ini.」

Tanpa bermaksud kasar, aku melepaskan tanganku perlahan.

「Kenapa? Tak ada yang melihat, kok. Sekarang cuma ada kita berdua lho.」

「Meski begitu, tak mungkin bagiku untuk melakukan ini.」

「Lagipula, kita hanya berpegangan tangan. Apanya yang tak mungkin?」

Narushima-san kembali mencoba menggenggam tanganku, namun aku langsung meletakkannya di belakang punggungku untuk menghindari itu.

「Uwaah, kau jelas sekali menghindari itu. Itu sangat kasar bagi seorang gadis kau tahu? Kau telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga!」

「Ku-kurasa itu sangat buruk...」

「Kalau begitu, seperti yang tadi dilakukan Honoko-chan, bolehkah aku meletakkan telapak tanganku di pipi Koga-kun hingga bersuara "pan" seperti tadi? Aku juga sangat ingin mencoba melakukan itu~」

Dengan senyuman jahat yang sama sekali tak pernah ia tunjukkan di sekolah, dia menarik pipiku dengan kedua tangannya.

Jika aku tak menghentikannya, dia benar-benar akan memukul pipiku "pan!". Dia akan sungguh-sungguh melakukannya. Itulah sifat asli Narushima Yoru.

「Atau bagaimana jika kau membiarkanku untuk menciummu, dan kau harus menahannya. Bolehkah aku menciummu?」

「Seperti yang pernah kukatakan sebelumnya, ayo kita berhenti bertingkah seperti orang yang sedang pacaran meski ketika kita hanya sedang berdua.」

「...Aku sudah mendengar hal itu.」

「Dan sebelum kau membuat wajah berharap seperti itu, berhentilah menarik pipiku.」

「Soalnya...」

「Tidak ada kata soalnya. Untuk sekarang, lepaskanlah dulu tanganmu. Lagipula, itu sakit.」

「Aku mengerti, raja besar perjaka kerajaan bocah sialan.」

「Hei Narushima-san, memangnya kau perlu menambahkan hal yang tak perlu seperti itu? Terus juga, ini beneran sakit. Lepaskanlah.」

Narushima-san akhirnya melepaskan tangannya dari pipiku sambil merajuk dan menggembungkan pipinya.

──Wajahnya yang seperti ini juga tak pernah ia tunjukkan di sekolah, dan tak pernah ia tunjukkan pada orang selain diriku.

Narushima-san adalah gadis introvert dan pendiam.

Tapi ketika dia hanya berdua denganku, dia berubah menjadi gadis dada jahat yang cerewet.

Dengan kata lain, dia adalah gadis berkostum kucing jika dia sedang di depan semuanya.

...Yahh, dilihat dari sifatnya, dia melakukan itu bukan untuk tujuan tertentu, karena normalnya ia akan menjadi gadis pendiam ketika sedang berada di depan orang yang dia ingin akrab dengannya.

Satu-satunya alasan dia menampakkan sifat aslinya (karakternya yang jahat dan suka membully) hanya padaku, karena dia mengelompokkanku dalam golongan "orang-orang yang aku tak ingin akrab dengannya"...kupikir begitu.

Bagi Narushima-san, keberadaanku hanyalah sorang bocah perjaka sialan yang ia benci dan selalu mengganggu masalah cintanya. Kemudian di suatu hari di musim panas, dia diam-diam memanggilku dan mengancamku.

Dia bilang, kau menghalangiku, jadi cepat-cepatlah menghilang dari sini.

Dia juga pernah bilang ketika hari Tanabata, dia menuliskan permohonan "kuharap Koga-kun menghilang". Aku tak bercanda tentang hal itu, dan mungkin dia benar-benar menulisnya.

Masih banyak ancaman dan hinaan lain yang ia lontarkan padaku.

Hanya mengingat Narushima-san di hari itu saja sudah membuatku takut.

Karena itu, harusnya aku adalah orang yang ia benci. Namun seiring berjalannya waktu, entah mengapa semua berakhir menjadi kami saling menyukai satu sama lain.

Yahh, aku tak tahu bagaiamana yang lain memandang itu, dan akupun belum memercayaiku diriku sendiri.

Namun di hari itu, Narushima Yoru menyatakan perasaannya padaku seperti mengucapkan kutukan lalu menciumku dengan paksa.

Aku menertawakan diriku sendiri karena sebegitu mudahnya aku jatuh cinta padanya.

"Menghabiskan waktu bersama teman lebih penting dibandingkan hubungan cinta. Karena itulah aku takkan pernah mencari pacar". Akulah yang blak-blakan membual tentang hal konyol seperti itu.

Bocah yang terlalu simpel, orang mesum yang tak tahu malu, aku tahu semua itu.

Aku tahu itu, tapi aku tak bisa berbohong pada perasaanku, dan aku harus mengakuinya.

Tidak salah lagi, aku menyukai Narushima Yoru.

──Tapi, kami tak bisa pacaran. Kami tak bisa menjadi sepasang kekasih.

Semua karena kalimat naif yang dulu pernah kukatakan pada Shintarou "aku lebih baik bersama lima orang yang sekarang", hingga ia menyerah akan cintanya dan mencari cinta yang baru.

Aku dan dia, juga Seiran telah bersumpah untuk tidak membawa masalah cinta ke dalam kelompok.

Tapi sekarang, kau pikir aku bisa mengatakan "sebenarnya aku ingin pacaran dengan Narushima-san" begitu saja? 

Tentu saja itu mustahil.

Itu benar-benar tak pantas.

Tapi ketika Narushima-san hanya berdua bersamaku, dia selalu memegang tanganku seperti tadi, dan terus ingin menciumku. Aku sudah tak tahan lagi dengan semua itu, dan akhirnya aku mengatakan padanya 「Ayo kita berhenti bertingkah layaknya sepasang kekasih」.

Namun ketika aku mengatakan itu padanya, dia membuat wajah yang sedih, dan itu membuat hatiku terluka hanya karena melihat hal itu.

Kemudian ia bilang begini :

「...Kalau begitu, setidaknya jika aku datang ke apartemen Koga-kun hanya untuk membuatkan makan malam, tak akan jadi masalah, kan?」

Dengan suara yang terdengar sangat sedih.

Karena aku selalu memberinya jawaban yang tak pasti, Narushima-san hampir setiap hari membeli berbagai bahan makanan dan datang ke apartemenku.

Padahal kau sendiri tak punya keberanian untuk pacaran dengannya, jadi jangan buat dia seperti istrimu...kupikir begitu.

Tapi saat itu, aku tak cukup dewasa untuk mengusir Narushima-san.

Dia tak punya teman bahkan hingga saat ini, dan sebenarnya dia sangat kesepian...ditambah lagi, dia adalah gadis yang kusukai. Mana bisa aku menolak orang seperti itu begitu saja.

Meskipun kau menyukai seseorang, kau harus mengesampingkannya demi rekanmu. Itu adalah hal umum yang sudah diketahui siapapun.

Tapi masalah kau bisa melakukan hal itu atau tidak, itu adalah hal yang berbeda. Jika kau bilang itu adalah kebaikan dari orang dewasa, mungkin aku selamanya akan jadi anak-anak. Intinya, saat ini hal itu mustahil bagiku.

...Karena itulah saat ini, aku benar-benar egois, dan diriku dipenuhi penyesalan.

Meskipun Narushima-san datang ke tempatku untuk memasak makan malam, tapi aku ingin agar hubungan kami kembali seperti sebelumnya sebagai teman. Sungguh pemikiran yang egois.

.......................................

「Bukankah hari ini...cukup indah?」

Diatas meja makan dalam apartemenku, ada dua porsi makanan yang telah siap dihidangkan.

Ikan Sanma panggang, Harusame, dan salad kol cina dengan tuna dan mayonnaise.

Kemudian ditambah lagi dengan sup...dan semangkuk nasi, juga...

「Mungkinkah ini, nasi jamur Matsutake!?」

Aroma makanan-makanan tadi memenuhi ruanganku yang sempit, dan mengubah apartemenku yang bobrok seakan seperti rumah mewah. Halaman belakang yang kotor diluar jendela seakan berubah menjadi pemandangan taman yang indah.

「Ufufu. Ayahku mengirimkan ini padaku dari kampung halamanku. Wahai Makoto, aku adalah Miyabi.」

「Tak salah lagi, Miyabi. Musim semi adalah fajar. Musim panas adalah malam. Dan musim gugur adalah jamur Matsutake.」

Di meja makan, kami duduk berhadapan di meja makan yang rendah sambil menggerakkan tubuh dan terus menyebut nama "Miyabi" dan memerankan tokoh aristokrat Heian yang bodoh.

Ketika aku bersama dengan Narushima-san yang seperti ini, dia benar-benar tampak seperti teman dekatku, dan itu sangatlah menyenangkan.

「Nasi ini, mungkinkah kau juga yang membuatnya? Kelihatannya ini sangat lembut.」

「Yup. Meski agak sulit untuk membuatnya. Kalau begitu, ayo kita makan!」

Kami merapatkan kedua tangan kami dan mengucapkan "Itadakimasu" sebelum mulai makan.

Narushima-san yang pandai memasak menghidangkan menu yang luar biasa sehingga apapun yang kami makan terasa enak.

「Oh, iya. Papa juga bilang akan mengirimkanku daging wagyu lain kali. Karena di tempat Koga-kun hanya ada panggangan takoyaki, kenapa kita tak beli hotplate bersama?」

「Oh, ide bagus! Kalau begitu, ayo kita adakan yakiniku party berdua──」

Kalimatku terhenti disana, lalu aku segera memperbaikinya.

「──Ayo kita adakan yakiniku party bersama semuanya!」

Narushima-san tersenyum dan mengangguk. Aku sangat bersukur karena hal itu.

「Hei, Koga-kun. Untuk yakiniku party tadi...」

Sepertinya ada nasi yang menempel di pipiku, dan Narushima-san mengambilnya dengan jarinya. Kemudian ia kembali membuka mulutnya.

「Apa kau yakin belum bisa pacaran denganku?」

「Seperti yang kukatakan.」

「Tapi kau menyukaiku, kan?」

Ah, aku memang menyukainya.

Termasuk bagian dirinya yang menakutkan, aku sangat yakin aku menyukainya.

Tapi, aku tak bisa mengatakan hal itu... Karena jika aku mengatakannya, berakhir sudah.

「Makanya...」

Narushima-san meletakkan telunjuknya di bibirnya, kemudian berbisik sambil memberikan senyuman jahilnya padaku.

「Apa kita tidak bisa pacran diam-diam dan menyembunyikannya dari semuanya?」

...Ketika saat seperti ini, dia benar-benar menakutkan.

Dan diatas semua itu, aku takut jika sifatku yang lebih mementingkan petemanan ketimbang masalah cinta menjadi goyah karena rayuannya yang menggiurkan.

「Su-sudah kubilang...aku tidak bisa...」

「Memangnya kenapa? Lagipula, jika kita pacaran diam-diam, hubungan kita berlima akan terus sepeti ini.」

Lalu Narushima-san meletakkan jarinya di pipinya karena bingung. Itu adalah wajah yang tak bisa kupahami.

「Pokoknya, aku...」

「Aku ni...」

Dia menyela perkataanku. Lalu dia menatapku dengan wajah yang serius.

「Aku tidak mengatakan ini dengan perasaan yang sembarangan. Aku benar-benar menyukai Koga-kun. Jika tidak, aku tak akan mengajakmu pacaran diam-diam seperti ini.」

──Sungguh, dia ini...

Padahal dia tidak bertingkah seperti biasanya, tapi dia sangat blak-blakan...karena itulah aku sangat kerepotan, dan dia membuatku bimbang.

「Sama sepertimu, aku juga tak ingin menghancurkan hubungan kita berlima yang sekarang.」

Akupun mengetahui hal itu.

Beberapa waktu lalu, Narushima-san pernah bilang bahwa dia rela untuk memutuskan hubungan pertemanan dengan siapapun jika itu demi cinta.

Narushima Yoru adalah gadis yang lebih mementingkan masalah cinta.

Tapi pada musim panas lalu, ia berubah drastis dan menganggap bahwa cinta dan pertemanan adalah hal yang sangat penting baginya.

Dan sebagai hasilnya, dia sampai pada jawaban untuk diam-diam pacaran dan merahasiakan hal itu dari yang lain. Dia bilang itu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mendapatkan cinta namun tetap mempertahankan keadaan kami berlima.

Tentu saja Narushima-san tidak tahu bahwa kami para laki-laki telah membuat persatuan GKD. Lagipula, meski Narushima Yoru sudah mengetahui hal itu, dia tetap tak akan merubah pemikirannya. Karena itulah kupikir lebih baik untuk diam tentang hal itu.

「Kupikir bertindak egois tak akan menimbulkan hal baik. Jika Koga-kun tak masalah dengan itu, aku ingin segera mengajakmu kencan. Lagipula, Koga-kun juga ingin menciumku, kan?」

「Aku...tidak begitu...」

「Ahaha, maaf. Sepertinya, lebih tepat jika akulah yang ingin menciummu. Sekarangpun, aku masih menahan diriku yang sangat ingin menciummu. Tapi karena kita belum pacaran, aku akan berusaha untuk terus menahannya. Itu cukup sulit bagiku, kau tahu?」

「U-untuk sekarang, terima kasih makanannya. Terima kasih karena telah membuatkanku makan malam kali ini.」

Aku tak tahan terhadap tatapan darinya, jadi aku segera membereskan piring.

「Ufufu. Wajahmu yang panik itu sungguh...ufufu...aku sangat ingin melakukannya...」

Karena senyumannya yang menyeramkan, aku hampir saja menjatuhkan piring yang sedang kubawa.

Aku ingin kembali ke pertemanan kita yang biasanya, jadi tolong jangan menatapku seperti itu.

「Hari ini aku yang akan mencuci piringnya, jadi Narushima-san bisa bersantai saja.」

「...Selanjutnya tergatung Koga-kun, kah...」

Setelah bernafas mengeluh, dia malah ikut mencuci piring bersamaku.

Tentu saja aku tahu bahwa pertemuan ini hanyalah mengesampingkan masalah yang sedang terjadi.

Namun pada akhirnya, aku tak mampu menolak gadis yang aku jatuh cinta padanya.

Karena sikapku yang bimbang itu, hubungan kami berlima mulai menyimpang.

           ◇

Aku bisa datang ke kamarnya Koga-kun untuk membuatkannya makanan hanya ketika malam hari.

Karena itulah di pagi dihari itu, aku memanggang roti di kamarku untuk kumakan sendiri.

Kemudian aku menata rambutku, dan menggunakan make-up secukupnya, lalu menuju ke rak dan mengenakan sepatuku.

Hari ini adalah hari sabtu, dan sekolah libur.

Di siang nanti, kami berlima akan bertemu di depan stasiun untuk bermain bersama.

Padahal kami berkumpul untuk memberi saran pda Tanaka-kun tentang masalah percintaannya, jadi jika dibilang kami hanya berkumpul untuk bermain, rasanya itu agak kasar.

Tapi bagiku yang tidak memiliki teman sebelum ini, belum pernah ada teman yang ingin mengonsultasikan masalah cinta padaku.

Sejujurnya, aku sedikit bersemangat. Ufufu.

Aku keluar dari pintu, kemudin menguncinya, dan melewati pintu kamar Koga-kun.

Padahal kupikir akan bagus jika kami pergi bersama, karena Koga-kun tinggal di sebelahku di apartemen yang sama. Tapi Koga-kun sebisa mungkin menghindari keluar berduaan denganku.

Jika yang lain melihatnya, aku akan sangat merasa bersalah───begitu katanya.

Namun kupikir akan lebih terlihat mnecurigakan bila kau bersikap aneh.

Tapi meski ia bilang begitu, aku sangat senang.

Karena meskipun ia tak mengatakannya, itu sama saja dengan ia mengatakan kalau ia menyukaiku.

──Tak masalah. Kita pasti tak akan ketahuan.

──Kita tetap bisa pacaran tanpa merubah apapun diantara kita berlima.

Hari itu, aku menyadari bahwa aku jatuh cinta pada Koga-kun, dan aku memaksa untuk menciumnya.

Aku mengatakan hal itu padanya.

Untuk pertama kalinya aku belajar tentang pentingnya teman, dan di waktu yang sama, aku menemukan cinta yang sebenarnya yang sudah lama kucari. Jadi hanya itu jalan satu-satunya.

Aku tak bisa membuang temanku yang berharga dan juga cinta yang penting. Itulah alasan aku ingin diam-diam pacaran dengan Koga-kun.

Namun sepertinya Koga-kun masih menolak hal itu, dan aku tak tahu mengapa. Padahal jika kami pacaran diam-diam, hubungan kita berlima tak akan berubah.

Diriku yang menganggap itu akan baik-baik saja, sepertinya memang sedikit aneh.

Tapi, jika begitu, kuingin kau memberitahuku. Apa yang sebaiknya kita lakukan...

Sebelum siang, aku pergi sendirian ke stasiun dan masuk ke sebuah toko CD yang besar untuk menghabiskan waktu.

Ufufu. Oh, iya, kalau tidak salah waktu itu Koga-kun pernah bilang 「Kenapa kau masih menggunakan CD di jaman sekarang?」

Tak masalah, kan? Aku lebih menyukai ini ketimbang menggunakan pemutar dengan penyimpanan data. Sampul album yang keren jika dilihat, sensasi ketika kau memasukkan CD ke pemutar, dan tekstur dari pita CD. Semuanya sangat indah dan elegan.

Lain kali aku ingin membawa satu pemutar CD ke kamar Koga-kun dan mendengarkannya bersama.

Entah itu slow ballad R&B, ataupun Melocore dengan intens riff, apapun tak masalah.

Selama kami bisa mendengarkan musik yang disukai Koga-kun, apapun tak masalah.

.......................................

「Tu-Asagiri, kau sungguh melakukannya dengan benar, kan? Bukankah itu sangat payah?」

「Sial! Aku sangat serius...Aargh, lagi-lagi aku membuat kesalahan. Jangan bicara padaku sekarang!」

「Ahaha. Sepertinya posisi terakhir "Koga cup" keenam ini akan diraih oleh Asagiri-san.」

Setelah semuanya sampai di Stasiun, kami mengunjungi sebuah game center terdekat.

Saat ini, Koga-kun dan Honoko-chan sedang bertanding di sebuah game yang suaranya seperti mesin cuci. Disamping mereka. ada Seiran-kun yang sedang menyemangati.

Ah, daripada menyemangati, lebih tepat jika dibilang ia sedang mengejeknya. Tapi, Hinoko-chan memang benar-benar payah.

Dibelakang mereka bertiga, aku dan Tanaka kun sedang duduk di sebuah bangku sambil menonton mereka.

Omong-omong, "Koga cup" yang tadi dibilang Koga-kun adalah pertandingan antara kami berlima yang kami lakukan sesekali ketika kami mengunjungi game center. Setiap orang akan memilih satu game yang ia kuasai dan menantang 4 orang lainnya untuk melawannya. Kemudian akan dilakukan perangkingan di akhir.

Tentang kenapa nama Koga-kun yang dipakai untuk menamai kompetisi itu masihlah menjadi misteri.

「...Ketika sampai di tempat arcade, aku sudah berpikir pasti akan berakhir seperti ini... Ahaha...」

Tanaka-kun di sebelahku yang sedang meminum lemon tea panas tersenyum masam.

Ah, benar juga. Padahal kemarin mereka bilang kalau pertemuan hari ini adalah untuk memberikan konsultasi masalah cinta Tanaka-kun, tapi mereka malah asyik bermain game. Setelah ini, mungkin kami akan pergi makan bersama, tapi aku ingin segera mendengarkan masalah cintanya...

Ini sudah cukup lama, sepertinya akan kutanya sekarang saja.

「Hei, senpai yang kemarin kau bilang itu bagaimana orangnya..?」

Seperti yang kuduga, Tanaka-kun sedikit terkejut dengan itu.

Yahh, ketika di depan yang lain, aku adalah tipe orang yang sering diam dan tak banyak bicara, jadi wajar saja dia terkejut.

「Etto,umm... Konishi-senpai itu orang yang baik.」

Tanaka-kun menjawabku dengan senyuman sederhana.

「Tapi yahh, dia sangat peduli padaku, bagaimana ya bilangnya, mungkin dia lebih menganggapku sebagai adiknya.」

「Ahaha... Tanaka-kun memang seperti karakter maskot... Ah, maksudku dalam artian yang baik. Eto... ma-maaf jika itu menganggumu.」

Karena aku sangat takut orang lain membenciku, dan aku takut jika aku mengatakan hal yang tidak perlu, jadi aku selalu merendahkan suaraku. Ini adalah kebiasaan lamaku.

Hanya beberapa orang, termasuk Koga-kun, yang bisa kuajak bicara tanpa mengkhawatirkan apapun.

Yahh... Koga-kun yang pertama mengatakan itu sih, jadi mungkin tak ada gunanya memikirkannya sekarang.

「Aku tak mempermasalahkan itu sih. Hanya saja, aku berpikir apakah Konishi-senpai juga berpikir seperti itu tentangku.」

「Ta-tapi, itu berarti kau orang yang ramah, bukan? Tanaka-kun adalah orang yang mudah diajak bicara, baik, dan selalu tenang... Kuyakin kau adalah orang yang populer...」

Tentu saja itu benar. Tak hanya Tanaka-kun, tetapi semua orang yang akrab denganku adalah orang yang sangat baik. Tak akan mengejutkan jika mereka akan segera punya pacar.

Sebenarnya, dalam kelompok ini ada satu orang bocah perjaka sialan yang kupikir sama sekali tak populer.

Kupikir aku pasti sudah gila karena cinta mati pada bocah sialan ini.

「Kalau begitu, anu...」

Seakan Tanaka-kun ingin mengatakan sesuatu, namun tertahan di mulutnya.

「Apa Narushima-san bisa melihatku sebagai seorang laki-laki?」

「Eh? Ya, tentu saja.」

Soalnya Tanaka-kun memang seorang laki-laki. Dia memang mungil dan wajahnya imut, namun dia benar-benar laki-laki.

「Begitu, kah... Ahaha, karena Narushima-san bilang begitu, itu membuatku sedikit lebih percaya diri.」

「Hmm?」

Aku tak tahu kenapa kalimatku membuatnya lebih percaya diri. Pokoknya, Tanaka-kun sepertinya sudah kembali bersemangat. Kalau begitu baguslah.

「Aku akan berusaha untuk lebih akrab dengan Konishi-senpai.」

「Ahaha. Beritahu ya jika ada kemajuan.」

「Oi, Shintarou! Giliran selanjutnya kau dan Seiran!」

Pertandingan antara Koga-kun dan Honoko-chan sudah selesai, dan Honoko-chan datang kesini memanggilnya.

「...Kalau begitu, aku pergi dulu.」

Tanaka-kun menghabiskan lemon tea miliknya, lalu berdiri.

「Narushima-san. Paling Junya dan yang lain tak akan tertarik dengan masalah percintaanku, jadi kapan-kapan aku akan minta saranmu lagi ya.」

「Yeah. Aku juga ingin mendengarnya.」

Aku melambaikan tangan sambil tersenyum dan melihat Tanaka-kun yang sedang berjalan menuju mereka.

「Ufufu, jadi konsultasi teman itu seperti ini rasanya. Ini menyenangkan.」

Aku mengatakan itu dengan pelan pada diriku sendiri, kemudian aku menyadarinya.

Aku tak bisa mengonsultasikan masalah cintaku pada siapapun.

「Ini adalah pertandingan, Shintarou. Aku tak akan kalah dalam game musik kau tahu?」

「Sayang sekali, tapi aku sedang dalam kondisi bagus sekarang. Kali ini, aku mengincar kemenangan dalam Koga cup!」

「Hmm, bagaimana pendapat komentator, Koga-san? Sepertinya Tanaka sangat bersemangat kali ini.」

「Sepertinya begitu. Lagu anime favorit Tanaka-kun telah dipilih. Sepertinya Seiran berada dalam bahaya.」

Sangat sulit mwngubah hubungan lima orang yang sudah lama terbentuk dengan memasukkan masalah cinta di dalamnya.

Jika kau menambahkan bumbu baru ke dalam sebuah resep dan merombaknya, itu akan menjadi masakan yang berbeda. Mungkin rasanya mendekati yang aslinya, tapi itu adalah hal yang berbeda.

Karena itulah jika hubunganku dengan Koga-kun diketahui oleh yang lain, hubungan kami berlima tak akan sama seperti dulu lagi.

Koga-kun sangat takut akan hal itu. Dia takut kehangatan kami berlima akan berubah.

Aku juga sama sepertinya.

Karena itulah aku tak bisa mengatakan ini pada siapapun. Aku tak bisa mengonsultasikannya.

Sebenarnya, lebih baik jika aku tak mengetahui bahwa ada cinta di dalam kelompok lima orang ini.

Meski begitu, aku menyukai Koga-kun, aku tak punya pilihan selain menyerang di saat akhir dan merahasiakannya dari yang lain.

.......................................

Dalam Koga cup yang tak menyediakan suatu hadiah tertentu, Koga-kun lagi-lagi meraih kemenangan, karena dia sangat jago dalam game. Lalu semuanya mulai memainkan permainan yang mereka sukai. Ketika atmosfer terasa seakan semua orang bebas melakukan apapun. Aku diam-diam menarik tangan Koga-kun ke lantai satu tempat arcade itu. 

「Oi oi, mau kemana kau membawaku?」

「Sudahlah ikut saja.」

Lantai satu diisi dengan berbagai permainan berhadiah dan juga photobooth.

Akupun menemukan sebuah photobooth yang kosong.

Aku menarik Koga-kun ke dalamnya (entah mengapa aku ingin melakukan sesuatu yang agak kasar pada Koga-kun), lalu aku masuk setelahnya dan menutup tirainya.

Tempat rahasia untuk kami berdua telah selesai dibuat.

「Hei, bagaimana jika kita ambil foto bersama?」

「Kalau kita mengambilnya bersama yang lainnya juga...」

「Itu juga akan kita lakukan nanti. Sekarang, aku ingin foto berdua bersama Koga-kun.」

Karena Koga-kun sebisa mungkin menghindari berduaan bersamaku diluar. Aku tidak akan mendapat kesempatan seperti ini kecuali sedang bersama yang lain.

「Jika kau ketahuan mengambil ini...」

「Tak masalah. Mereka masih di lantai atas. Hei, merapatlah sedikit.」

Kami mengatakan itu dengan berbisik dan suara yang rendah.

Setelah aku mengoperasikan mesin itu, aku menyandar ke tubuh Koga-kun.

Sepertinya Koga-kun sedikit merasa tak nyaman, namun ia tak langsung pergi.

Aku sangat senang dengan itu.

「...Ini sangat berbahaya. Bagaimana jika kita ketahuan?」

「...Kau bilang begitu, padahal kau deg-degan. Jika kau tak diam, akan kuhancurkan gigimu ♪」

Kami berduaan dalam ruangan yang sempit dan hanya ditutupi oleh tirai.

Ditambah lagi, akmi sedang bersembunyi dai yang lain, dan akupun sangat deg-degan.

Hatiku dipenuhi dengan rasa bahagia.

...Tak ada yang melihat kami, bagaimana jika aku menciumnya dengan paksa? Nggak, nggak boleh. Tahanlah, tahanlah.

"Kalau begitu, kami akan mengambil gambar pertama. Siapkan gaya yang spesial. Apa kau sudah menentukannya?"

Koga-kun terlihat kesal ketika mendengar suara mesin yang lambat.

「Cepatlah ambil gambarnya. Apa sih yang kau lakukan, sialan...」

「Kasihan sekali kau, Koga-kun. Begini, ini hanyalah mesin, dan tak ada orang di dalamnya.」

「Ah, begitukah. Aku memang benar-benar...ah sudahlah. Aku sedang buru-buru.」

「Wajahmu yang kerepotan itu...aku...aku sangat ingin menjahilimu!」

「Ah, sakit, sakit. Hei, ini beneran sakit!」

Pemotret itu menyala ketika aku sedang menarik pipi Koga-kun dengan kedua tanganku.

「Ahaha! Lihat ini, wajah Koga-kun jadi seperti kodok! Ini sangat konyol!」

「Kau mencubitku terlalu keras. Pipiku tak selamanya empuk kau tahu?」

「Ufufu. Aku akan menulis "gekogeko" disamping gambar Koga-kun. Ahaha.」

「Kalau begitu, aku akan menggambar panah pada Narushima-san dan menulis"kodok".」

Kami menggunakan pena masing-masing untuk menghias foto sebelum dicetak.

Aku ingin menuliskan sesuatu seperti "memori kencan pertama", tapi kuurungkan karena sepertinya waktunya tidak pas.

Ketika menghias selesai dan foto tadi dicetak sebagai stiker,

「Ah, kalian rupanya. Disini kalian rupanya.」

Seiran dan dua orang lainnya tiba disini. Aku segera menyembunyikan stiker tadi di balik punggungku.

「Apa yang kalian berdua lakukan?」

Aku membalas Honoko-chan yang bertanya sambil tersenyum.

「Etto, aku ingin berfoto bersama semuanya, jadi aku mencari mesinnya sejak tadi.」

「Ah, bagus juga. Apa ada model yang bagus?」

Ketika semuanya sedikit menjauh, aku berbisik pada Koga-kun yang wajahnya memucat.

「...Terima kasih. Ini akan menjadi harta karunku untuk sisa hidupku. Aku sangat bahagia.」

「...Hati Narushima-san sangat kuat, ya... Aku saja benar-benar panik sekarang.」

「Ufufu. Nanti aku akan mampir ke kamar Koga-kun, dan akan kubagi stikernya.」

Aku sangat bahagia hingga aku tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.

Aku sangat senang karena aku menemukan stiker yang cocok dengan kami berdua.

Sambil memandangi Koga-kun yang mengejar yang lain, aku memasukkan harta karun berharga itu ke dalam kantungku.

...Aku sangat menyukaimu, Koga-kun. Aku mencintaimu.

Aku mengikuti Koga-kun, dan mengucapkan kalimat terlarang yang tak akan kukatakan di depan yang lain dalam hatiku.

Saat itu, aku sangat yakin bahwa hal terbaik yang bisa kulakukan adalah diam.

Sebenarnya, jika harus kukatakan, kupikir peyelewengan dalam kelompok sudah mengendur.

Namun itu tak lama sebelum akhirnya aku menyadari.

Hubungan kami berlima sudah sampai pada titik ini.

Dan itu adalah titik yang tidak kami ketahui.

Meskipun itu perubahan yang sangat besar, namun kami sama sekali tak menyadarinya.




Post a Comment

Post a Comment