Translator: Aldiwang
Editor: Aldiwang
Chapter 6 - Penghalang
Setelah berpisah dengan Shintaro dan Kazumichi, aku menyusuri jalan malam menuju apartemenku dengan sepeda.
Perkataan Kazumichi yang kudengar di restoran keluarga barusan terngiang di benakku.
……bukan begitu. Yang tertinggal bukanlah hal baik.
Semuanya masih membekas.
Dan luka itu sudah mulai bernanah, menodai dadaku dan terus menyakitiku.
──Setelah laki-laki dan perempuan terlibat dalam hubungan cinta, hampir tidak mungkin untuk kembali ke persahabatan yang mereka miliki sebelumnya. Apalagi jika itu terjadi dalam kelompok, itu akan menghancurkan hubungan semua orang.
Di antara kelompok lima orang kami saat ini, cinta sudah terlibat.
Dan obat gelap itu perlahan dan pasti mulai menggerogotiku.
Aku mulai semakin menyukai Yoru Narushima.
Kalau terus begini, cepat atau lambat hubungan kami berlima pasti akan berantakan.
Dan lebih buruknya lagi, bukan siapa-siapa, tapi akulah yang akan menghancurkannya dengan tanganku sendiri.
...Aku benci... Aku benci, aku benci... Aku benci.
Aku tidak ingin kehilangan teman lagi.
Aku hanya ingin kami berlima yang saat ini bertahan selamanya.
Itu sebabnya aku harus meninggalkan Narushima-san. Kami harus kembali menjadi teman yang biasanya sekarang. Tentunya saat ini adalah baris terakhir. Jika aku tidak melakukan pergerakan yang tepat di sini, aku benar-benar tidak dapat melihat Yoru Narushima sebagai teman lagi.
Karena itulah saat ini aku sedang mengesampingkannya, dan menjaga jarak darinya. Tidak ada lagi urusan cinta, dan kembali menjadi teman saja.
Pada tahap ini, kuyakin masih ada waktu ────.
Akhirnya sampailah aku di apartemenku, kemudian aku memarkirkan sepedaku.
Saat kau menaiki tangga luar yang berkarat dan sampai di depan ruangan.
「Hai」
Narushima Yoru sedang berdiri di sana.
Dia duduk di koridor dengan punggung menempel di pintu kamarku.
Apa dia baru saja pulang sekolah? Dia masih memakai seragam.
「Kau sudah makan, kan? Sebagai gantinya, apa kau mau minum bersama?」
Dia mengangkat tas supermarket yang dia bawa di atas lututnya. Di dalam tas ada botol cola dan permen.
「... mengapa kau di sini?」
「Karena aku ingin minum dengan Koga-kun, jadi aku menunggu.」
「... Tidak, kenapa kau tidak ada di kamarmu?」
「Oh? Tidak ada tsukkomi di akhir kata-katamu hari ini?」
T/L Note : Tsukkomi adalah orang yang membenarkan candaan nyeleneh
「...jawab saja. Kenapa repot-repot menunggu di depan kamarku?」
「Aku juga pulang terlambat dari latihan band. Sudah lama aku tak bersama denganmu, jadi kupikir aku akan menunggu di sini. Hei, apa kau tidak ingin mengatakan 'Selamat datang kembali?' oh iya, selamat datang kembali, Koga-kun.」
Aku hanya berpikir aku harus menghindarinya lebih jauh.
Aku ingin menganggapmu hanya sebagai teman.
Namun, kenapa Yoru Narushima... begitu sering menyerang hatiku...!
Aku tidak bisa melihat wajahnya lagi, jadi aku membuka kunci kamar tanpa mengatakan apapun.
Narushima-san membuntutiku. Melihatku terdiam, dia pasti berpikir bahwa aku telah menyetujuinya.
「Apa yang kau makan dengan Tanaka-kun? Aku sudah membeli bahannya, jadi kalau sederhana, aku bisa membuatnya.」
Hentikan.
「Uh~, diluar tadi agak dingin. Haha, kamar Koga-kun agak hangat.」
Hentikan.
「Ah, jangan khawatirkan aku yang sejak tadi menunggumu. Jika demi orang yang kau cintai, malahan aku sangat senang──」
「Hentikan!」
Saat Yoru Narushima mencoba menyalakan lampu di ruangan itu, aku melompat ke arahnya.
Dia berbaring telentang di tempat tidur.
Di atas seprai, aku dengan kasar menekan tangan Narushima-san.
Tangannya, yang baru saja terkena udara luar, terasa sangat dingin.
Sebenarnya, bagaimana perasaannya ketika ia menungguku? Padahal saat itu adalah malam musim gugur ketika cuaca mulai dingin.
Ia selalu sendirian di lorong remang-remang sebuah apartemen kumuh, menungguku yang entah kapan pulang.
Hanya membayangkan sosok itu sudah menakutkan──── hingga itu membuat hatiku sakit, namun sosok itu sangatlah indah.
Itu membuatku ingin menghancurkan segalanya. Dan aku tidak ingin memikirkan apa pun.
「... Koga, kun?」
Yoru Narushima, yang tertunduk dalam kegelapan, balas menatapku dari bawah dengan tatapan terkejut.
Seolah menghindari tatapannya, aku memegang payudara besar Narushima Yoru dengan tangan kananku.
Aku terlena karena dadanya yang lembut dan elastis. Aku bahkan bisa merasakan hangat tubuhnya meski terhalang seragamnya.
Kepalaku terasa sangat berat. Namun dalam sekejap aku bisa mengembalikan ketenanganku.
「──── Ah... tidak, tidak! Aku benar-benar minta maaf...!」
Meskipun aku segera untuk melepaskan tanganku dari dadanya.
Narushima Yoru menggunakan tangannya yang dingin untuk menekan tanganku. Payudaranya yang sangat indah bahkan saat telentang sangat terasa di tanganku.
Dia tidak membiarkanku melepaskan tanganku dari dadanya.
「Aku senang」
Dia terus menekan tanganku ke dadanya. Itu sangat menakutkan, dan dengan air mata yang suara yang basah, ia mengatakan ini.
「Aku tidak percaya Koga-kun akan melakukan hal seperti ini… aku tidak percaya. Aku selalu menunggunya, sudah lama sekali aku menantikannya. 」
Di ruangan remang-remang, cahaya bulan redup bersinar melalui jendela bersinar melalui mata basah Yoru Narushima. Sepasang mata yang indah seperti permata yang basah dan berbinar itu membuatku terpesona dan membuatku tidak bisa bergerak.
「Tunggu. 」
「Aku sudah menunggu」
Yoru Narushima, yang mengeluarkan air mata kebahagiaan, menolak memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya.
「Bukankah ini gila!?」
Aku dengan paksa mengibaskan tangan yang menekan tanganku.
「Saat ini, aku benar-benar dalam masalah! Aku tidak peduli apapun lagi! Aku tidak ingin memikirkan apapun lagi... semuanya merepotkan... A- aku akan memperlakukan Narushima-san... sebagai milikku. Dan...!」
「Terus kenapa?」
「──!?」
Aku benar-benar merinding.
Karena dia... malah tertawa.
Dan kemudian, seolah tidak membiarkanku melarikan diri, dia dengan lembut mencubit pipiku dengan kedua tangannya.
「Kau bilang aku milikmu. Perlakukan aku seperti milikmu. Lakukan apapun yang kau mau.」
「……Hentikan」
「Aku sangat bersemangat sekarang. Kebahagiaan semacam ini seperti hal yang selalu kuimpikan.」
「…Tolong hentikan. Kumohon, tolong hentikan. Karena ini sangatlah aneh, Narushima-san. 」
Beberapa tetes air jatuh ke wajah Narushima-san saat dia masih berjongkok.
Itu adalah air mataku. Air mata seorang bocah yang ketakutan karena diselimuti kelemahan.
「Aku memang buruk... Melakukan hal ini pada temanku... Lebih baik jika aku menghilang...!」
「Aku juga adalah wanita yang jahat. Setiap kali Koga-kun membuat wajah itu, aku semakin menyukainya.」
「……Mengapa」
「Karena saat Koga-kun terlihat sedih, itu saat dia bimbang antara hubungannya dengan semua orang dan hubungannya denganku. Seserius itu dia memikirkan kita berlima. Itu sebabnya, Koga-kun, kau yang ingin menghargai teman-temanmu dari lubuk hatimu――――Karena kebaikanmu.」
「Tidak... tidak seperti itu. Karena bahkan sekarang... aku terus mengkhianati semua orang...!」
「Ini menyakitkan karena kau benar-benar peduli pada semua orang. Ini sulit karena kau peduli padaku sama seperti kau peduli pada temanmu yang lain. Aku mencintaimu karena kau seperti itu. Aku minta maaf karena menjadi wanita yang jahat.」
Yoru Narushima memegang kepalaku dengan kedua tangannya dari bawah.
Dia menariknya langsung ke mulutnya.
Aku tidak bisa menahan kekuatannya...
Bibir kami menyatukan untuk kedua kalinya.
Ciuman panas yang aku bersumpah tidak akan pernah melakukannya lagi setelah hari musim panas itu.
Orang yang harusnya menjadi teman.
Bersembunyi dari teman-temanku yang lain, diam-diam aku melakukannya dengan Yoru Narushima.
「Koga-kun... ciuman yang sudah lama kunanti... aku selalu ingin... selalu menginginkannya... hnn...」
Pengkhianatan yang hina dan terburuk.
Ciuman rahasia ini, entah mengapa terasa manis dan pahit.
「... Aku menyukaimu... Aku sangat menyukaimmu... Aku menyukaimu... Hnn... Chuu...」
Meski dia pernah mengajarkanku tentang kutukan yang menakutkan yang dinamakan cinta, Yoru Narushima terus mengatakan itu.
「Aku menyukaimu... aku menyukaimu... aku menyukaimu... aku menyukaimu, aku menyukaimu, aku menyukaimu, aku menyukaimu, aku menyukaimu, aku menyukaimu, aku menyukaimu, aku menyukaimu!」
Euforia liar yang melonjak seperti tsunami dan dengan mudah menguasai semua emosi lainnya.
Padahal beberapa saat lalu aku sangat membenci cinta, tapi aku bahkan tak mampu memikirkan alasannya.
Bibir lembut Narushima-san.
Ludah manis Narushima-san.
Nafas panas Narushima-san.
Segala sesuatu tentangku sedang dihancurkan.
Aku tak tahu mengapa Narushima-san menghisap bibirku dengan sangat bersemangat.
Soalnya, kami hanya berteman.
Mungkin karena aku terlalu baik, hingga seperti orang bodoh.
Posisi kami tiba-tiba berubah. Ia membalik badanku.
Kali ini, aku dalam posisi di mana Narushima Yoru berada di atasku.
「Ahh, ... aku... tidak bisa menehannya lagi... aku sudah terlalu menyukaimu, entah bagaimana jadinya...」
Mengangkangi tubuhku, dia menatapku dengan mata yang sangat sensasional yang dapat dilihat dengan jelas bahkan dalam kegelapan redup di mana lampu belum menyala.
Mata basah, bibir basah, napas kasar, panas tubuh di perut bagian bawah menyentuh pinggangku. __
<gambar ilustrasi>
Semua itu membuatku sadar akan lawan jenis.
Dia dengan kasar membangkitkan insting vulgarnya seperti binatang buas.
Aku sangat tidak menyukai, membenci, dan takut akan hasrat seksual yang seharusnya tidak pernah kumiliki terhadap teman-temanku --- aku gemetar karena gembira.
「... Koga-kun... ayo kita lakukan...?」
Yoru Narishima melepas blazer seragamnya dengan berantakan sambil menunggangiku. Kemudia ia menarik pita dari blus putih dan melepas kancing bajunya────.
「Tidak tidak!」
Aku mengelak dengan keras. Aku meraih lengannya saat dia hendak melepas seragamnya dan berteriak dengan suara yang membuat tenggorokanku sakit.
Pada saat itu aku hampir tak bisa menahan hasrat bejatku.
「Ini benar-benar ... ini tidak baik ...」
Binatang betina cantik itu masih menunggangiku seperti kuda dan menatap mataku.
Kemudian,
「………… Sungguh, Koga-kun.」
Aku sudah tak merasakan keinginan bejat dari Narushima-san.
Dia seorang teman lawan jenis yang selalu bercanda dan menertawakanku.
「Apakah normal bagi seorang pria untuk mengatakan tidak di sini? Aku juga terluka, tahu? 」
「Menurutku itu buruk...」
Narushima-san bangkit dari tempat tidur, membelakangiku dan mengenakan blazernya lagi.
「Koga-kun benar-benar ingin melihatku hanya sebagai teman.」
「………………」
Aku tak mampu menjawabnya. Meskipun itu adalah adegan di mana aku harus mengatakan 「ya」 dengan jelas, namun aku terhalang oleh perasaan menakutkan yang masih membara di suatu tempat.
Aku membencinya dari lubuk hatiku. Perasaan 'cinta' yang gelap yang tidak bisa kukendalikan, dan diriku yang rapuh yang didominasi olehnya.
「Yah, mau bagaimana lagi. Aku jatuh cinta padamu karena kamu Koga-kun yang seperti itu. Perasaanku tidak akan berubah, tapi untuk saat ini, aku akan mencoba untuk tidak mengatakan aku menyukaimu lagi.」
「... yah, aku pun sebenarnya... sebenarnya...」
Aku hendak mengatakan sesuatu, tapi aku tidak bisa mengatakannya.
「Sepertinya, ini bukan suasana yang cocok untuk minum. Hari ini... aku akan pulang.」
Setelah Narushima-san mengatakan itu dari belakang, dia meninggalkan ruangan dengan tatapan kesepian.
Setelah Narushima-san kembali ke kamarnya.
Aku masih berlutut di sudut ruangan yang gelap dengan lampu yang masih belum dinyalakan.
Aku ingin membuat hubungan lima orang sahabat saat ini bertahan selamanya. Itu sebabnya aku ingin tetap berteman dengan Narushima-san.
Meski begitu, aku jatuh cinta pada Narushima Yoru. Meskipun aku membentuk GKD dengan Shintaro dan Seiran, aku akhirnya jatuh cinta.
Dan Narushima-san berterus terang tentang perasaannya padaku. Tentu saja aku tidak bisa.
Itu sangat sulit.
Aku merasa seperti menjadi gila dalam labirin yang sejak awal tak ada jalan keluarnya.
──Jadi, bukankah lebih baik jika kita diam-diam mulai berkencan tanpa memberi tahu semua orang?
Kata-kata yang sudah lama diucapkan Narishima-san kepadaku terus terngiang di benakku.
「... itu... tidak mungkin... tidak mungkin aku bisa melakukannya...」
Aku meletakkan tanganku di atas kepalaku dan meremasnya dengan erat. Aku membawanya ke depan wajah aku dan membuka tanganku.
Banyak helai rambut aku terselip di antara jari-jariku.
Kemudian tiba-tiba.
Panggilan telepon masuk pada smartphone yang ada di sampingku.
Setelah melihat nama yang ditampilkan di layar, perlahan aku menjawab teleponnya.
「... kamu melupakan sesuatu?」
「Uh, uh... Um, haha, um, um, anu. Aku hanya ingin tahu apa yang kau lakukan... 」
Itu adalah Yoru Narushima, yang berada di kamarku beberapa saat yang lalu. Itu adalah suara ringan, seolah-olah dia mencoba memaksakan dirinya untuk bersikap ceria.
Sebaliknya, suaraku sangat gelap dan lemah bahkan aku terkejut.
「tidak ada...」
「Ah, benar juga. Sebenarnya, aku juga tidak sedang melakukan apapun」
「Lalu apa kau butuh sesuatu...? Untuk apa kau meneleponku jika tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan !?」
Karena aku tidak bisa menemukan cara untuk memulai percakapan. Aku bahkan tidak ingat apa yang selalu kubicarakan dengan Narushima-san.
「Jika kau tak butuh apapun... kututup ya ...」
「Oh! Tunggu tunggu! Sebenarnya ada! Aku hal untuk dikatakan! Ada satu hal!」
「……apa itu」
「Eh... itu...」
Melalui telepon, Narushima-san ragu untuk mengatakan sesuatu.
「Aku benar-benar minta maaf tentang sebelumnya! 」
Pada saat yang sama ketika aku mendengar suara keras dari smartphone aku, aku mendengar suara 「bam」 dari sisi lain dinding tipis.
「Sepertinya aku mendengar sesuatu...?」
「Sakit... Ah, tidak, jangan khawatir tentang itu.」
Apakah dia membenturkan kepalanya ke dinding?
Dan mengapa ke kamarku?
Kenapa juga dia meminta maaf?
Dari sisi lain smartphone, aku bisa mendengar suara isak tangis.
「... aku benar-benar minta maaf... aku melakukan sesuatu yang tidak bisa dipercaya pada Koga-kun... hiks...」
「Jadi ... apa yang ingin kau bicarakan ...?」
Aku benar-benar tidak mengerti mengapa kau meminta maaf.
Padahal akulah yang lebih pantas untuk meminta maaf.
「Karena...karena aku...secara paksa menyerang Koga-kun...」
──── Ha?
「Padahal kau tidak menyukainya, tapi aku menciummu lagi…」
Sambil terisak-isak, dengan suara tangis yang bergetar, dia mengatakan sesuatu yang tidak pernah kubayangkan.
「Dan aku, hiks, dengan paksa, mencoba melakukan sesuatu yang sangat nakal pada Koga-kun…! Aku, ini, aku tidak suka wanita nakal seperti ini...huaaaaaa」
... Apakah orang ini idiot?
...Akulah yang mencoba melakukan itu.
…dia bukanlah satu-satunya orang yang harus meminta maaf.
「Tidak begitu! maksudku, akulah yang mendorong Narushima-san lebih dulu...! 」
「Itu tidak masalah! Tidak apa-apa!」
「Apanya yang tidak masalah!? Karena aku serius...!」
「Sudah kubilang bukan begitu! Itu tidak benar!」
Narushima-san membentakku, kemudian berbicara pelan dengan masih dalam keadaan menangis.
「Saat aku mengira Koga-kun akan mengambil keperawananku yang sudah lama kulindungi, aku sangat senang sampai tidak tahan lagi... jadi itu semua salahku. Koga-kun, kamu perlu minta maaf... itu benar-benar membutaku senang, itu seperti mimpi, jadi aku tak mau jika kau minta maaf...」
「Tidak tapi...」
「TIDAK! Aku meneleponmu bukan karena ingin mendengar permintaan maaf darimu! Aku tidak ingin kamu meminta maaf untuk itu!」
「baiklah baiklah, aku mengerti. Karena aku mengerti. Tapi, aku benar-benar saat itu.」
「Jangan katakan itu lagi! Meskipun kamu tidak tahu betapa aku sangat menginginkannya!」
「Yah, itu mungkin benar, tapi aku masih merasa harus meminta maaf.」
「Sudah kubilang tidak apa-apa! 」Jika kamu mengatakan lebih dari itu, aku akan menyobek mulutmu kau tahu !?」
「...Menakutkan」
Haha... Orang ini benar-benar menakutkan. Sangat menakutkan hingga membuatku tertawa.
「Aku minta maaf karena barusan mencoba bersikap kasar... Kurasa kau tahu, tapi aku hanyalah orang aneh yang selalu bersikap kasar pada Koga-kun...」
Entah bagaimana perasaan suramku hilang,
「Ya, aku tahu itu.」
Aku memutuskan untuk menjawabnya dengan kata-kata ringan yang biasa.」
「Dia langsung menarik pipiku dan menarik lenganku dengan kuat. 」
「Karena… aku suka wajah bermasalah Koga-kun… Oh, maafkan aku. Aku berjanji tidak akan mengatakan aku mencintaimu lagi, tapi akhirnya aku mengatakannya... Tolong jangan hitung yang itu... 」
「Yah... kuharap aku bisa membebaskanmu.」
「Hanya itu yang ingin kukatakan...t-tolong jangan membenciku... kumohon...」
「Tidak mungkin aku membencimu...」
「Sungguh? Kau benar-benar tidak membenciku...? Aku mencoba memperkosamu, tapi kamu tidak memebnciku...?」
「Sudah jelas... tapi bukankah itu bukan kata-kata yang tepat?」
「... bagus... bagus... maafkan aku, maafkan aku... Hueeee...」
Kenapa dia begitu khawatir... tidak mungkin aku bisa membenci Narushima-san.
Entah mengapa, air mataku juga mengalir deras.
Bahkan diriku sendiri benar-benar tidak mengerti. Dia seharusnya menjadi gadis yang menakutkan, tapi untuk beberapa alasan, dia sangat menggemaskan.
「kau tahu? Aku benar-benar tidak yakin apakah aku harus pergi ke sana dan berbicara langsung denganmu... 」
Aku punya banyak hal yang ingin kubicarakan denganmu secara pribadi.
Kamu bilang kamu bertemu teman lama hari ini.
Bagaimana latihan bandmu?
Apakah dahimu sakit ketika kamu baru saja menabrak dinding?
Apa-apaan aku ini. Ternyata ada banyak percakapan yang bisa dibuat ...
「Yah... ini sudah jam dua belas, aku takut akan mengganggumu...」
「Jam dua belas!?」
Aku buru-buru melihat jam di kamar. Tangan panjang dan tangan pendek tumpang tindih dengan indah di bagian atas.
「Aku pikir itu mengganggu walaupun hanya lewat telepon... tetapi jika aku sendirian di kamar, aku benar-benar takut kau akan membenciku... aku tidak sabar menunggu sampai besok... aku benar-benar ingin untuk segera meminta maaf... hiks.」
「Nggak nggak, ini beneran udah jam dua belas!?」
Aku memegangi lututku di sudut ruangan sepanjang waktu, jadi aku tidak menyadarinya sama sekali.
Aku akhirnya menyalakan lampu di kamar.
Cahaya putih buatan begitu menyilaukan hingga membuatku tertawa.
「Maaf Koga-kun. Sudah waktunya untuk tidur. Jadi, kita kembali baikan ya...」
「Tidak, aku belum akan tidur. Aku hanya terkejut waktu berlalu begitu cepat.」
Ketika Narushima-san hendak mengakhiri panggilan, dia menangis, tetapi aku secara tidak langsung menghentikannya.
「…… Apakah kamu belum tidur? Kalau begitu... bisakah aku berbicara denganmu sedikit lebih lama...?」
「Haha. Sebenarnya, aku juga ingin berbicara lebih lama dengan Narushima-san.」
Mungkin itu adalah reaksi berada di ruangan gelap gulita sampai tadi, tapi saat ini aku merasa sangat cerah.
「Nfufu. Baiklah kalau begitu. Hei hei, apakah ada video yang aku ingin Koga-kun lihat?』
「ha? Apa apaan itu? Sebentar aku akan mengeluarkan tabletku.」
Dengan telepon yang masih terhubung, aku mengambil PC tablet yang tergeletak di sekitar ruangan dan memulai aplikasi video.
「Jadi, apa yang harus aku cari?」
「Pertempuran Keputusan Raja Manzai」
「Apakah ini program lelucon!?」
「Nfufu. Ada penghibur yang kurekomendasikan saat ini. Oh, aku akan menyalakan komputer juga. 」
Kami menonton video yang sama di perangkat berbeda sambil berbicara di telepon.
Aku menonton banyak video band, bukan hanya video program lelucon yang direkomendasikan Narushima-san.
Aku juga merekomendasikan video dari salah satu penyiar favoritku baru-baru ini, dan kami menontonnya bersama.
Komedian ini menarik. Aku suka rencana distributor ini. Band ini sangat keren.
Sambil berbicara tentang itu, aku menonton banyak berbagai video.
Meskipun kami dipisahkan oleh dinding tipis, dan menonton video yang sama.
Aku tidak satu ruangan dengannya.
Meskipun kau berada di tempat yang sangat dekat, kamu jauh. Walaupun kita berjauhan, kita tetap dekat.
Di antara mereka ada penghalang tipis.
Meskipun kami lebih dari teman, ada tembok tipis yang mencegah mereka menjalin hubungan romantis.
Kami akhirnya bosan dengan videonya, jadi kami melanjutkan percakapan santai kami.
Meskipun tepat setelah itu terjadi, tak satu pun dari kami yang menyinggung hal itu.
Bukan racun dan bukan obat, kami hanya terus melakukan panggilan telepon yang panjang dan tidak penting.
Itu benar-benar menyenangkan.
Aku sangat senang karena kami benar-benar terhubung, meskipun jaraknya tidak terlihat.
「Itulah~, seperti yang Seiran-kun bilang, pada akhirnya, kamu sudah terbiasa, kan?」
「Apakah kau masih gugup saat tampil di depan orang-orang?」
Sebelum kami menyadarinya, kami berbicara tentang gitar Narushima-san.
「Oh ya. Baik pengiring paduan suara maupun band harus membiasakan diri bermain di depan umum terlebih dahulu. Aku tahu itu, tapi aku gugup. Itu tidak akan semudah itu. 」
「Yah, bermain di depan banyak orang membuat siapapun gugup.」
「Benar kan~? Ah, kalau dipikir-pikir, aku menulis kata 'orang' di telapak tanganku ketika aku gugup...」
Di belakang smartphone, Narushima-san menguap lebar.
「Kau sepertinya sudah mengantuk. Sudah waktunya tidur.」
「Hmmm...benarkah...huh!? Koga-kun lihatlah jam! 』
「Ada apa?」 Aku melihat jam di kamar.
「Jam lima!?」
Matahari terbit di musim gugur sudah larut, dan masih gelap di luar jendela, tapi sebelum aku menyadarinya, jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Aku sudah menguap beberapa kali sejak beberapa waktu yang lalu, tapi aku yakin aku mengantuk.
「Nfufu. Kita mengobrol lewat telepon terlalu panjang.
「Benar. Padahal kamar kita bersebelahan.」
Tapi sekarang, aku pikir itu justru karena kami memiliki penghalang tipis di antara kami sehingga kami dapat menikmati berbicara begitu banyak.
Tak satu pun dari kami dipengaruhi oleh hubungan cinta yang kelam, dan hanya berteman yang sangat dekat────.
「Sampai jumpa di sekolah dalam tiga jam. Fuaahhh」
「Jangan katakan itu. Jangan membuatku menyadari kenyataan.」
「Sampai jumpa Koga-kun. Tiga jam kemudian di sekolah」
Kami tinggal di apartemen yang sama, tapi kami tidak pergi ke sekolah bersama.
「Oke. Sampai jumpa lagi. Maaf aku begadang.」
「Tidak. Aku juga sangat menikmatinya. Sampai jumpa」
「ah」
「………………」
「... Tidak, hentikan.」
「... Koga-kun, kumohon.」
Setelah itu, kami berdebat satu sama lain, 「Mari kita tutup saja,」 tetapi tidak satu pun dari kami yang mengakhiri panggilan, dan kami menyia-nyiakan waktu tidur kami yang berharga selama sekitar lima menit.
Waktu bersenang-senang yang bertahan lama ini sangat disesalkan.」
「Fuwaa~...」
Setelah menyelesaikan panggilan, aku menguap dengan keras dan pergi tidur.
Berkat banyak percakapan yang aku lakukan dengan Narushima-san, suasana hatiku yang tertekan sudah hilang.
Tentu saja aku tidak ingin merusak hubungan antara kami berlima, tapi aku tidak bisa tidak mengkhawatirkannya sekarang.
Pokoknya, aku akan menjadi diriku sendiri, menghargai waktu yang kita habiskan bersama, dan membuat banyak kenangan bodoh dan naif. Aku yakin aku akan menemukan jawaban terbaik untuk hubunganku dengan Narushima-san.
Dengan cara itu, aku bahkan bisa berpikir positif.
Di akhir panggilan telepon selama lima jam, kami berbicara tentang gitar Narushima-san.
Tampil di depan orang membuatku gugup, tapi ini hanya masalah membiasakan diri.
「Apakah kamu sudah terbiasa ...... Tunggu, tunggu.」
Aku datang dengan ide menarik yang sangat khas dariku.
── Hahaha. itu benar. Lagipula, ragu-ragu itu tidak cocok dengan sifatku. __






Post a Comment