Translator: Aldiwang
Editor: Aldiwang
Chapter 7 - Emas
「Fuaaahhhh...」
Aku menguap lagi sambil melepas pakaian olahragaku di ruang ganti perempuan.
Yah, kemarin aku menelepon Koga-kun sangat lama hingga jam 5 pagi hari ini, jadi aku cukup mengantuk.
Terlebih lagi jam pertama hari ini adalah pelajaran yang tidak aku kuasai yaitu penjas, jadi rasanya cukup sulit.
Maafkan aku, sensei, tapi kupikir aku akan tidur sebentar di kelas berikutnya...
Aku yakin Koga-kun juga sangat mengantuk sekarang, aku jadi merasa tak enak padanya.
Tapi panggilan telepon yang lama itu sangat menyenangkan.
Sebenarnya aku ingin pergi ke kamar Koga dan mengobrol dengannya, tapi kejadian kemarin membuatku hanya bisa melakukan percakapan dari balik dinding. Setelah hal semacam itu, kurasa adanya jarak adalah solusi yang tepat bagi kami.
Aku bisa berbicara dengan bebas dan bahagia, dan mulai sekarang kuyakin dia akan bersikap biasa saja padaku... begitu pikirku.
Kemarin aku ──── diriku benar-benar tidak berguna...
Meskipun Koga-kun mengatakan kepadaku 「jangan berciuman lagi」, aku tetap memaksakan diri untuk melakukannya... malahan aku mencoba untuk melangkah lebih jauh dari itu.
Bahkan ketika Koga-kun menyuruhku untuk tidak melakukannya, aku benar-benar berusaha mengabaikannya.
Pada saat itu, aku benar-benar kehilangan akal sehatku.
Jika aku memaksakan diri seperti itu, kuyakin pasti dia akan membenciku.
Dibenci oleh Koga-kun... memikirkan itu saja sudah terlalu menakutkan...
Saat aku hendak menangis lagi dan mengucek mataku, aku mendengar percakapan para gadis di kelasku yang sedang berganti pakaian di loker sebelah.
「Sebentar lagi akan ada festival sekolah, bagaimana denganmu, apa yang akan kau lakukan? Mengenai Legenda keajaiban jam cinta」
「Hmm, kurasa aku akan melewatkannya kali ini. Lagipula, aku tidak punya pacar.」
Legenda jam ajaib cinta.
Itu adalah legenda urban yang diwariskan di sekolah ini...atau lebih tepatnya, itu sudah menjadi primadona.
Aku pernah mendengar dari Hinoko bahwa 「jam ajaib」 awalnya adalah istilah yang digunakan dalam fotografi dan film. Ini adalah waktu sebelum dan sesudah matahari terbenam ketika matahari sangat miring, dan dikatakan bahwa terutama selama beberapa puluh menit setelah matahari terbenam, memungkinkanmu untuk mengambil gambar yang sangat bagus dengan warna nila langit malam dan sisa-sisa warna langit sore.
Dengan kata lain, tidak ada matahari, tapi tetap cerah. Langit ajaib yang muncul hanya beberapa puluh menit antara sore dan malam. Itulah jam ajaibnya.
Jika Kau menyatakan perasaanmu selama Jam Ajaib, yang mana merupakan saat-saat akhir festival budaya dan pesta setelahnya, pasangan itu pasti akan langgeng... itulah legenda jam ajaib cinta.
Entah mengapa, sepertinya itu hanya terbatas pada hari festival sekolah, tapi yah, kurasa itulah yang menjadi primadona di mata para siswa.
「Siapapun tidak masalah, kan? Mengapa kau tidak coba menyatakan cintamu pada Miyabuchi dari kelasmu? 」
Percakapan para gadis berlanjut. Miyabuchi adalah Seiran-kun.
Seiran-kun, kau pernah bilang padaku kalau kau khawatir kau mungkin aseksual. Sepertinya dia hanya memberitahukan itu padaku, jadi aku akan senang jika kau dapat berbicara denganku tanpa ragu jika Kau memiliki sesuatu.
「Hmm, kalau begitu kurasa aku lebih memilih Tanaka. Kuyakin dia tak akan menipuku atau selingkuh dariku.」
Jadi disana ada Horie-san sedang bersama Tanaka-kun, dan mereka merupakan panitia festival sekolah. Horie-san memiliki banyak kesempatan untuk berbicara dengan Tanaka-kun, jadi mungkin hubungan mereka bisa semakin serius.
Sangat menarik bahwa meskipun nama Seiran-kun dan Tanaka-kun disebutkan di sini, nama Koga-kun tidak pernah disebutkan.
Ah benar juga. Aku yakin aku satu-satunya gadis yang menyukainya.
Fufu. Kalau dipikir-pikir, aku membicarakan hal ini melalui telepon yang panjang malam tadi.
──Lagipula semua wanita itu menarik. Mereka semua pasti memilih pria berdasarkan wajahnya.
──Tidak tidak, Koga-kun, kau sungguh mengatakan itu di depanku?
──Mengatakan apa?
──Mungkin, Koga-kun, apakah menurutmu kau tampan?
── Jadi apa yang ingin kau katakan?
Ahaha. Mengingatnya saja membuatku tertawa.
Namun kemudian yang membuatku berhenti tertawa adalah percakapan Horie-san.
「Apakah legenda yang menyatakan cinta di saat yang indah dan memiliki cinta yang indah menjadi kenyataan... Ah~, aku benar-benar ingin punya pacar~」
「Benar-benar romantis, bukan? Ah, betapa indahnya cinta.」
「…………Aku ingin tahu apakah itu benar……」
Aku tanpa sadar mengeluarkan gumaman pada diriku sendiri.
Apakah cinta benar-benar indah? Apakah itu sesuatu yang indah?
Kuyakin tidak sepenuhnya begitu. Sebenarnya suram, dan rahasia...
「Apakah kau mengatakan sesuatu, Narushima-san?」
Horie-san dan yang lainnya menatapku. Wajahnya jelas terlihat tidak senang.
「Ah, eh, eh... maafkan aku...」
Aku menundukkan kepalaku dengan sopan dan meminta maaf. Meskipun aku tidak merasa melakukan kesalahan apapun.
Setiap orang mendambakan cinta yang indah, dan aku tidak bermaksud menyalahkan pendapat orang lain.
Namun, aku sedang memikirkan tentang hubungan rumit antara diriku dan Koga-kun, jadi aku tidak sengaja bergumam semacam itu. Aku sangat menyesal.
Meski begitu, pkaungan Horie-san dan yang lainnya masih tertuju ke arahku. Mereka tersenyum jahat.
「Hei, kau Narushima-san. Kau selalu bersama Koga dan yang lainnya, bukan? Kau mengejar seseorang, bukan?」
「Hah? Itu...」
「Lagipula, Miyabuchi? Atau Tanaka?」
「Tunggu sebentar. Mengapa kau tidak menyebut Koga-kun juga?.」
「Lagipula, mana mungkin Koga-kun disebut? Dia selalu terlalu berisik dan merepotkan. Siapa yang mau berkencan dengan orang idiot seperti itu?」
………….
「Kalau begitu Koga bakalan perjaka seumur hidupnya? Apa dia berniat menjadi penyihir hebat? Oh tidak, kemampuan macam apa itu.」
「Kyahahaha! Apa dia mengatakan hal semacam「 Aku masih perjaka 」padamu? Kuyakin dia pasti akan mengatakan itu.」
────Apa orang-orang ini?
Jangan hanya mneghinanya.
Memang benar akulah yang menyinggung mereka lebih dulu. Itu memang salahku.
Tetapi tetap saja.
Aku tidak akan pernah memaafkan mereka yang meghina Koga-kun meskipun dia tidak mengetahuinya.
「Tapi yah, kalau itu Narushima-san dan Koga, mungkin kalian akan jadi pasangan yang cocok.」
「Yahh, Narushima-sanjuga bebas memilih sih. Ah, tapi jika kau berkencan dengannya, beri tahu aku. Kyahaha.」
Jika aku bisa sudah pasti aku akan kencan dengannya. Jika bisa pasti sudah kuberitahu padanya perasaanku dari dulu.
Bahkan aku tak bisa memberitahunya karena aku sangat mencintainya.
「...Cukup. Jika kau bicara lebih jauh, aku akan benar-benar marah.」
「Eh~, apa itu? Narushima-san benar-benar menyukai Koga──……Ah.」
「Kupikir aku sudah menyuruhmu diam. Aku.」
Horie-san dan yang lainnya yang menatapku menahan napas.
Aku pikir itu karena wajahku yang menakutkan dan suara keras dariku.
「A-Apa? Kau tidak perlu marah seperti itu...」
_______ Setelah berganti seragam, gadis-gadis itu segera pergi.
「... Gadis itu terlihat sangat pendiam dan berbahaya. Dia selalu menempel pada Miyabuchi dan yang lainnya.」
「...Kurasa dia menyukai pria yang sama dengan Hinoko-chan. Dia benar-benar jalang.」
──── Mereka bahkan mengolok-olok Hinoko-chan.
Sudah cukup. Akan kuberi pelajaran pada mereka semua.
Tepat saat aku melangkah keluar.
「Ya ampun Yoru, kau belum ganti baju?」
Hinoko-chan masuk ke ruang ganti perempuan dengan pakaian olahraga.
Hinoko-chan adalah anggota komite olahraga, dan dia bertanggung jawab atas hal-hal seperti membersihkan bola yang digunakan di kelas.
「Oh, hei, kalian disini. Aku kesini untuk mengumpulkan sampah.」
Dia menyingkirkan bahu Horie-san dan mendekatiku.
Hinoko-chan pasti merasakan suasana tidak nyaman disini. Sambil menyentuh bahu Horie-san, dia dengan santai mendorongnya sambil mengisyaratkan 「pergilah, dan akupun langsung mengganti pakaian olahragaku. Meskipun aku tidak meletakkan seragamku di sana.
Bahkan ketika Horie-san dan seorang lagi pergi sambil mencaci-makinya, Hinoko-chan tidak memperdulikannya.
「Lagi pula mengumpulkan sampah itu seharusnya bukan tugas komite olahraga kan? Bersih-bersih setelah olahraga itu sangat merepotkan. 」
Dan kemudian, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dia berbicara kepadaku dengan riang.
「Um...kau menyadarinya, bukan? Um...maaf sudah membuatmu khawatir...?」
「Hmm? Apa yang kau bicarakan? Ah iya Yoru. Tolong ajari aku gitar lain kali. Sebenarnya aku sudah menemukan gitar yang kuinginkan. Aku akan senang jika kau bisa ikut denganku ke toko alat musik.」
Hei, kupikir kau sangat pintar untuk hal seperti ini.
Dia adalah seseorang yang menyetujui hubungan yang setara. Dia tidak hanya menarikku, dia juga mampu membuatku menarik orang lain. sungguh orang yang sangat peduli.
Itu mungkin terlihat sedikit konyol, tapi mungkin dia meperhitungkan itu untuk mencairkan suasana. Karena itu justru membuatku tertawa.
「...fufu」
「Oh, ada apa Yoru? Sepertinya kau sedang dalam suasana hati yang baik. Jadi, apa yang baru saja terjadi?」
Ahaha, dan dia mendengar itu.
Dia orang yang sangat hebat, dan aku menghormatinya dari lubuk hatiku.
Dari semua gadis yang pernah kutemui sejauh ini, aku paling menyukainya. Hinoko-chan.
Setelah berganti seragam, kami memutuskan untuk menghabiskan sisa waktu istirahat kami di bangku-bangku di halaman.
Mengenai kejadian barusan, aku menjelaskan secara singkat keadaannya.
Aku tidak membicarakan tentang cerita Koga-kun. Aku hanya berbicara tentang bagian di mana Horie-san, yang sangat tertarik dengan legenda jam ajaib cinta, dan mendengarku yang berbicara sendiri.
「Legenda jam ajaib cinta... itu legenda yang bodoh.」
Hinoko-chan menghela nafas. Dia orang yang realistis, jadi kupikir dia pasti akan mengatakan itu.
「Hampir persis seperti yang dikatakan Yoru. Entah Cinta itu indah atau tidak. Jika kau menjadi kekasih, kau akan bahagia, dan tidak mungkin tidak akan ada masalah. Itu hanyalah khayalan semata. Cuma mimpi.」
「Ah, umm, sampai segitunya...?」
Sejujurnya aku senang kau setuju denganku, tapi sejujurnya, aku tidak berpikir sampai sejauh itu.
「Yah, lagipula, ketika kau melihat cinta dari dalam, itu benar-benar kotor, atau lebih tepatnya, pasti ada bekas luka. Itu hanya akan terlihat indah di mata orang lain selain pasangan itu. Itu hal yang sudah pasti.」
「sudah pasti……?」
「Hmm... misalnya. Misalkan, kau pernah membeli aksesori yang kau inginkan, bukan?」
Kepekaan Hinoko-chan menarik, jadi sangat menyenangkan berbicara dengannya. Aku senang melihat bagaimana ceritanya terungkap.
「Artinya, kau kehilangan uangmu, dan kau mendapat aksesori sebagai gantinya. Kau juga bisa menghasilkan uang dengan pekerjaan paruh waktu. Kau mendapatkan uang tapi di sisi lain kau juga kehilangan waktu. Dengan kata lain, orang tidak akan mendapatkan sesuatu kecuali jika ia kehilangan sesuatu. 」
「Ya jadi?」
「Begitu juga dengan cinta, ketika kau mendapatkan pacar, kau juga pasti kehilangan sesuatu. Mungkin saja waktu, mungkin pilihan masa depan, dan mungkin saja teman. 」
Aku merasakan sakit yang tajam di dadaku.
Hinoko melanjutkan.
「Aku tidak tahu apa itu, tapi kau pasti akan kehilangan sesuatu. Itu sebabnya satu-satunya orang yang bisa melihat keindahannya hanyalah pasangan yang baru saja berkencan atau orang lain selain mereka.」
Ketika orang mendapatkan sesuatu, mereka selalu kehilangan sesuatu.
…..Kalau begitu, aku ingin tahu apakah mustahil untuk seseorang memiliki hubungan cinta dan tetap mempertahankan hubungan pertemanannya dengan yang lain.
Apakah sombong jika aku punya pemikiran seperti itu ...?
「jika aku punya kekasih, aku tidak akan kehilangan apapun...Apa itu mungkin terjadi... 」
「Kupikir itu sulit. Kalau soal cinta, semuanya pasti tentang akhir bahagia yang sempurna. Tapi ingatlah, bahkan di film dan manga komedi romantis, biasanya ada heroine yang kalah juga, kan? Entah karena memang sejak awal dia tak ingin menunjukkannya atau karena alasan lainnya.」
Kata-kata Hinoko-chan sangat realistis sehingga membuatku seperti terakut pisau tajam.
Namun.
「Tapi, jika kau tidak kehilangan apapun, itu benar-benar cinta murni yang indah. Bukankah cinta seperti itu layak untuk diperjuangkan?」
Dia tertawa ketika aku mengatakan itu.
Tidak peduli seberapa kuat kata-kataku, sahabatku adalah orang yang selalu menunjukkan senyum yang membuat orang nyaman pada akhirnya.
Aku benar-benar tidak ingin kehilangan Hinoko-chan.
Tapi tentu saja aku juga ingin pacaran dengan Koga-kun.
Jika aku jujur padanya tentang hubungan rahasiaku dengan Koga-kun... aku yakin Hinoko-chan akan menarik kata-katanya. Koga-kun dan aku diam-diam telah berduaan berkali-kali dan bahkan berciuman.
「...Aku ingin menjadi sahabatmu selamanya, Hinoko-chan...」
「Hmm? Ada apa ini tiba-tiba, Yoru?」
「Karena...」
Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku takut dengan cerita tadi.
「Fufun. Karena kau sudah memangilku sebagai sahabat baik, aku akan memberitahumu sesuatu.」
Hinoko berskaur di bangku dan menatap langit musim gugur yang cerah.
「Sebenarnya, Yoru adalah sahabat pertamaku yang berjenis kelamin sama.」
「eh?」
「Aku, karena kepribadianku, aku tidak bisa terbiasa dengan lingkaran pertemanan perempuan.」
...Aku entah bagaimana menyadari itu. Karena Hinoko-chan dekat dengan banyak anak laki-laki, dan dia adalah orang yang bisa mengatakan apa saja secara terbuka. Aku tidak akan mengatakan bahwa mereka semua seperti itu, tetapi kurasa dia bukan gadis yang hanya memikirkan hubungan yang sepele.
Hinoko-chan sering berbicara dengan gadis-gadis di kelasnya, tapi menurutku dia selalu mundur selangkah.
「Itu sebabnya. Aku selalu lebih dekat dengan laki-laki daripada dengan perempuan. Tapi kau tahu, laki-laki berhenti berbicara dengan perempuan sekitar pertengahan sekolah menengah, kan? Mungkin karena mereka sudah mulai paham dengan lawan jenis, jadi mereka tak lagi mau mengajakku bermain. Dan tepat ketika aku memikirkan itu, seseorang tiba-tiba bilang padaku seperti 「apa apaan itu?」
「Uhm... apakah itu berarti laki-laki yang kau kira temanmu itu menyatakan cintanya padamu?」
「Ya. Ada juga orang yang seperti itu. Ah, bukannya aku ingin menyombongkan diri, tapi ini adalah cerita yang sebenarnya. Bukankah tidak sopan mengatakan bahwa kupikir mereka menganggapku sebagai teman selama ini, tetapi mereka melihatku sebagai seorang wanita? Ah, jenis kelamin memang merepotkan. Aku berharap aku terlahir sebagai laki-laki.」
「Ahaha... jangan-jangan Hinoko-chan... ah.」
Hinoko-chan membaca apa yang aku pikirkan.
「Ya. ketika aku SMA dan masuk ke kelas yang aku tempati sekarang, masih ada orang yang seperti itu. Sama seperti ketika aku kecil, ada seseorang yang sangat ramai seperti festival yang memperlakukan semua orang sama sebagai sahabat, tanpa memkaung jenis kelamin. 」
「Koga-kun...」
Hinoko-chan mengangguk dengan senyuman yang bahkan seorang gadis sepertiku akan jatuh cinta padanya.
「Jadi, sejak awal, Yoru ada di samping ketiga idiot yang berpusat di Koga-kun, kan? Saat aku melihatnya, aku berpikir, 'Aku yakin aku akan cocok dengan pria dan anak ini,' jadi aku mendekatinya. Pada akhirnya, aku mendekatinya. Pada saat itu, aku bahkan tidak berpikir untuk berteman dengan Yoru.
「yeah……」
Karena aku tidak pernah menyangka akan bisa berteman baik dengan Hinoko-chan.
Awalnya, aku hanya ingin bergaul dengan Seiran-kun, jadi aku mendekati kelompok Koga-kun.
Tiba-tiba Hinoko-chan melihat ke langit dan menunjukkan pkaungan yang sedikit terlihat sedih.
「... Aku pikir aku ingin berteman denganmu tanpa memkaung jenis kelamin... Tapi ketika aku menjadi siswa sekolah menengah, aku tak bisa... Pada akhirnya, aku hanya seorang gadis... Aku bukan lagi anak kecil.......」
「eh?」
Apa yang ia maksud?
Itulah yang terngiang di kepalaku.
Smartphoneku dan Hinoko-chan menerima pesan itu di saat yang bersamaan.
Seseorang mengirimkan pesan di obrolan grup yang kami buat berlima.
Aku mengeluarkan smartphone aku pada saat yang sama dengan Hinoko-chan dan melihatnya pada saat yang sama.
Junya Koga [Misi darurat. Sepulang sekolah hari ini, semuanya, tolong kosongkan jadwal kalian]
Junya Koga [Shintaro dan Seiran sudah setuju. Setelah sekian lama, kami berlima akan mengamuk]
Junya Koga [Juga, Narushima-san harus membawa gitar akustik. Gitar milik sekolah juga boleh]
Misi darurat? apa itu? Terus juga, kenapa aku harus membawa gitar akustik?
「... ahaha」
Hinoko-chan, yang menonton obrolan grup di smartphonenya, tertawa bahagia.
「Koga-kun benar-benar menarik. Aku tak pernah tau apa yang akan dia lakukan」
Sejujurnya aku setuju dengan itu.
Gumaman Hinoko-chan pada dirinya sendiri barusan terngian di kepalaku.
Ketika aku bertanya kepada Koga-kun di kelas, dia hanya berkata, 「Nantikan saja sepulang sekolah,」 dan tidak memberi tahuku apa pun. Seiran-kun dan Tanaka-kun sepertinya tahu situasinya, tapi saat aku menanyai mereka, mereka tetap tidak menjawab.
Hanya Hinoko-chan dan aku yang tidak tahu apa-apa.
Sepulang sekolah.
Karena dia memintaku untuk membawa gitar akustik milikku, aku berasumsi kami akan pergi ke karaoke dan dia meminta kami berlatih.
Hanya itu yang kupikirkan.
Tapi itu benar-benar berbeda. Raja perjaka terkutuk itu sudah merencanakan sesuatu yang sangat tidak terduga.
「… Kenapa kau tidak mengatakan itu dulu !?」
Di depan stasiun di malam hari, aku menarik telinga Koga-kun dan berbisik marah.
Koga-kun juga menjawab dengan suara rendah.
「… Karena Narushima-san, jika aku mengatakan itu, kau pasti akan menolak.」
Tentu saja.
Karena ini tidak masuk akal.
Di depan stasiun sore ini, di tengah jam sibuk untuk pulang, di tengah keramaian.
Tiba-tiba mengadakan pertunjukan live di jalanan.
「Hei Narushima. Cepat bersiap-siap.」
Di depan pagar pembatas, Seiran-kun yang sudah memegang gitar akustiknya berkata padaku.
「Mu, mu, mustahil...!」
Aku membawa gitar akustik sekolah, tetapi aku belum mengeluarkannya dari kotak gitar.
Karena di sekitarku, ramai sekali orang.
Seorang pebisnis berjas. Seorang ibu dengan anak kecil. Ada juga gadis berseragam SMA Miyama Judai. Kerumunan yang begitu besar melintasi bagian depan, belakang, kiri, dan kanan kami sehingga kami tidak dapat mengikuti mata kami.
Tidak mungkin tiba-tiba memainkan gitar di depan orang banyak!
「Ayo kita lakukan, Narushima-san. Bahkan Shintaro rela tidak menghadiri rapat komite eksekutif.」
「Benar. Bahkan dia menahan agar tidak bertemu Konishi-senpai yang ia kagumi.」
「Sudah kubilang, jangan sebut hal itu!」
Koga-kun, Seiran-kun, dan Tanaka-kun bersenang-senang seperti biasa.
Hinoko-chan, yang tercengang, berkata dengan malu-malu.
「Yah... ini ide Koga-kun, kan?」
「Ya. Aku mungkin yang paling tidak selaras dalam paduan suara kelas di festival sekolah. Kupikir aku akan meminta semua orang untuk menemaniku dalam latihan. Ada dua pengiring, jadi tidak apa-apa kan?」
「...fu,fufu...ahhahahahahaha!」
Hinoko-chan tidak tahan lagi, dan mulai tertawa sambil memegangi perutnya.
「Orang ini benar-benar gila! Eh, apakah kita berlatih sendiri? Dan kenapa di depan stasiun? Siapa sangka hal seperti itu? Ahahahaha!」
Tanaka-kun menggunakan seluruh tubuhnya untuk mengangkat kepalanya.
「Kau tahu... aku juga tidak ingin bernyanyi di tempat seperti ini. Tapi Junya sangat gigih. Ini seperti, 'Kita tidak bisa bermain berlima akhir-akhir ini, jadi kami pergi mengadakan festival sambil berlatih.'」
「Memang benar, sudah lama kita tidak berkumpul di luar kelas. Apa-apaan ini... ahaha, terlalu tidak terduga, perutku sakit. Kau memang maniak festival yang gila!... ahahahaha!」
「Yah, aku hanya bermain-main. Ini lebih tepatnya latihan buat Junya, ya?」
Seiran-kun menatapku dengan senyum masam.
Begitu ya... kurasa itu maksudnya...
Aku yakin Koga-kun berusaha membuatku terbiasa tampil di depan orang... tiba-tiba melakukan hal yang tidak masuk akal...
「Jika kau sudah sampai sejauh ini, bukankah tidak ada pilihan selain melakukannya, Yoru? Karena aku juga akan bernyanyi.」
「Yah. Aku malu, tapi... yah, sudah lama sekali kita tidak melakukan hal bodoh.」
「Fufufu, bukankah itu bagus? Aku selalu menyukai Junya yang seperti ini kau tahu?」
「Makanya karaoke hari ini gratis. Dan dengan penonton. Eh bukan? Bahkan inilah festivalnya, kan?」
Aku tidak percaya lagi.
Apanya yang karaoke gratis? Ini sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan jalan tersebut.
Raja perjaka ini sangat suka membuat keributan dengan semua orang, dia bodoh, idiot, dan egois.
Tapi sebenarnya dia tidak pernah egois. Dia sangat memahami masalahku, dan melakukan semuanya untukku.
Itulah mengapa, bagiku, dia adalah luar biasa. Aku tak bisa menyangkalnya
Ahaha, aku benar-benar mulai menangis.
Selama semua orang termotivasi, aku tidak bisa mundur sekarang. Aku meletakkan kotak gitar yang kubawa dan mengeluarkan gitar akustik sekolah.
Aku meletakkan strap gitar di bahuku kemudian berdiri dan bersiap untuk bermain.
Kami berlima berbaris berdampingan di depan pagar pembatas agar tidak menghalangi jalan.
Seiran-kun di sebelahku menatapku sambil memainkan gitar akustik.
「Kita ikuti alur yang sama dengan penampilan paduan suara. Nah, jika kita terbiasa di sini, paduan suara dan band kita pasti akan berhasil. Mari kita santai saja untuk saat ini. Oke?. 」
「Uh, ya ... baiklah ...」
Seiran-kun mengetuk badan gitar akustiknya sendiri untuk memulai hitungan.
Bersamanya, aku mulai bermain gitar dengan perlahan.
Bersamaan dengan suara itu, Koga-kun, Tanaka-kun, dan Hinoko-chan mulai bernyanyi bersamaan.
Aku sangat gugup pada awalnya, jadi banyak sekali kesalahan meski hanya kunci yang sederhana.
Tapi Koga-kun yang tuli nada, yang bernyanyi dengan lebih antusias dari siapa pun, bahkan lebih menonjol. Semua orang yang lewat kami melihat ke arah Koga-kun.
Aku sama sekali tidak bisa memainkan lagu pertama dengan baik, tapi berkat Koga-kun yang bertindak sebagai tembok, perlahan-lahan aku mengurangi kesalahan.
Ini bukan level di mana ketegangan berkurang.
Pada saat kami memainkan lagu terakhir, itu sangat menyenangkan.
Lagipula, waktu yang kami habiskan bersama berlima benar-benar istimewa bagiku.
Setelah semua lagu chorus selesai, kami berlima tertawa bersama.
「Tidak~, aku juga tak tahu apa yang akan terjadi jika kita bernyanyi di tempat seperti ini, tapi ternyata sangat menyenangkan, bukan?」
「Ya, ya. Sebenarnya, aku baru nyaman bernyanyi ketika di tengah.」
「Terus juga Junya, bukankah nyanyianmu sangat payah? Terlebih lagi, suaramu sangat keras, dan aku hampir tertawa berkali-kali.」
「Meskipun aku selalu mendengarkannya di karaoke…cara terbaik untuk bernyanyi adalah bersenang-senang menyanyikannya.」
「Ahaha... Tapi sungguh, itu menyenangkan...」
Beberapa orang yang lewat berhenti untuk mendengarkan penampilan kami, dan beberapa dari mereka bahkan memberi kami tepuk tangan meriah. Itu adalah pertunjukan yang tidak pernah bisa dikatakan bagus karena hanya pertunjukan sekelas siswa.
「Bagaimana denganmu, Narushima? Apakah kau sudah mendapatkan kepercayaan diri?」
Seiran-kun tersenyum padaku,
「Y-yeah……」
Dia dengan rendah hati mengangguk. Aku merasa sedikit lebih percaya diri. Karena aku sendiri terkejut bahwa aku bisa bermain sangat menyenangkan.
Koga-kun membuat pose tinju yang tidak perlu.
「Kalau begitu latihan paduan suara selesai sampai di sini! Mulai sekarang, kau akan menyanyikan lagu favoritmu!」
「Eh, apakah kau sungguh masih akan melanjutkannya ...?」
「Sudah kubilang hari ini karaoke gratis. Jika itu lagu terkenal, kalian mungkin juga bisa melakukannya, kan? 」
Seiran-kun, yang menatapku, menjawab.
「Yah ... lagipula lembaran musiknya sudah terhampar di internet.」
「Jadi maksudmu tidak ada masalah? Asagiri-san dan Shintaro, apakah kau punya permintaan?」
Aku benar-benar ingin melanjutkan... yah, tidak masalah. Aku juga bersenang-senang.
Aku hanya menghela nafas dengan senyum masam.
「Jika Kau tidak keberatan, bagaimana dengan lagu dari Tsuki to Herodias? Apakah Kau mengetahuinya?」
Seorang pejalan kaki yang mendengarkan penampilan kami dari jauh mendekati kami dan berkata,
Dia mengenakan kacamata hitam kuning dan topi tukang koran, jadi kesannya berbeda dari biasanya, tapi aku ingat suara pria itu.
Itu sebabnya aku terkejut. Mengapa orang ini ada di sini?
Tapi Koga-kun sepertinya tidak menyadarinya.
「Ah, itu salah satu band favoritku juga! Apakah Seiran dan yang lainnya akan baik-baik saja? Tsuki to Herodias」
「Akupun penasaran apakah ada yang bisa kumainkan dengan gitar akustik...」
Saat Seiran-kun menyentuh ponselnya, pria itu mengalihkan pandangannya.
「Ups, maaf, tapi sepertinya tidak mungkin lagi. Kalian harus pergi secepat mungkin. Kalau begitu, sampai jumpa.」
Setelah mengatakan itu secara singkat, dia mengangkat tangannya dan berjalan pergi.
「Oh tidak...!」
Tanaka-kun, yang mengikuti garis pandang pria itu dengan matanya, mengeluarkan suara bingung.
「P-polisi ada di sini! Apa yang harus aku lakukan!?」
Kami sontak melihat ke belakang.
Seorang petugas polisi berseragam berjalan ke arah kami saat kami menerobos kerumunan jam sibuk.
Segera, Koga-kun berteriak.
「Semuanya kabur!」
Aku bahkan tidak punya waktu untuk memasukkannya kembali ke dalam kotaknya, jadi aku berlari bersama mereka sambil menenteng gitar akustik.
Aku mati-matian lari di antara orang-orang dan tidak tertinggal oleh yang lain────.
Kami berlima akhirnya meluncur ke gang belakang sempit di antara gedung-gedung.
Kemudian kami akhirnya berhenti dan menghela napas dalam-dalam.
Tanaka-kun terengah-engah berbicara.
「Haah...haah... sudah kuduga...kita pasti akan dimarahi jika konser di jalanan.」
「Yah, soalnya kita tidak punya izin ...」
Seiran-kun, yang membawa gitar akustik sepertiku, sambil mengembalikannya ke kotaknya dan menjawab.
「Pengalaman seperti ini langka kau tahu? melarikan diri dari polisi setelah tampil di jalan tanpa izin.」
Seiran-kun memelototi Koga-kun, tapi orang itu sendiri berkata,
「... yah, benar juga ya. Akupun benar-benar lelah sekarang...」
Aku menyeka keringat dari dahiku dengan wajah yang benar-benar bingung.
「Fufu」
Aku tidak bisa menahan tawa.
「Tidak, Koga-kun, kau yang mengajak kami semua.」
「Itu benar. Gara-gara kau, sejarah hitam kita bertambah satu.」
「Selalu seperti ini jika kita bersama dengan Junya ... ah.」
Hinoko-chan, Seiran-kun, dan Tanaka-kun semuanya tertawa meski tercengang.
「Tapi kalian juga bersenang-senang, kan?」
Mereka tak bisa pertanyaan Koga-kun, yang tersenyum seperti anak nakal.
「Sungguh, menyenangkan karena seperti ini, kita benar-benar seperti anak bodoh! Hahahaha!」
「Tak masalah jika kau bodoh ketika masih anak-anak. Bukankah itu jauh lebih baik daripada menjadi orang dewasa dan pintar?」
Aku yakin semua orang, termasuk diriku, setuju dengan logika anak nakal sepertinya.
「Fufu... ahahahahaha!」
Kami berlima sudah tertawa seperti orang idiot.
Di gang belakang, aku tertawa seperti anak kecil sepanjang waktu.
Langit jam ajaib baru saja dimulai. Langit oranye yang indah mendekati emas.
Pada malam musim gugur yang begitu cerah. Aku berpisah dengan Hinoko-chan, Seiran-kun, dan Tanaka-kun di kereta.
Koga-kun dan aku berjalan berdampingan menuju apartemen.
「Maaf aku tiba-tiba membiarkanmu tampil di jalanan.」
「Yeah. Aku sangat bersenang-senang, dan kupikir aku bisa melakukan semua dengan baik di festival budaya nanti.」
Bukan hanya karena aku malu di depan umum.
Aku sekali lagi ingin Koga-kun mendengarkan permainan gitarku.
Aku ingin menyampaikan perasaan ini dalam suara permainan gitarku. Jika aku hanya memikirkannya, aku yakin aku tidak akan gugup.
Koga-kun sepertinya ingin menganggapku sebagai teman biasa, tapi itu tidak penting lagi.
Bahkan aku tidak bisa menghancurkan waktu kami berlima.
Jadi jika Koga-kun ingin memperlakukanku hanya sebagai teman, aku juga akan melakukan hal yang sama.
Aku tidak akan pernah jatuh cinta pada orang lain selain orang ini... tapi jika aku masih bisa berada di sisi Koga-kun. Jika persahabatan lima orang ini masih berlanjut.
Aku benar-benar tidak peduli jika dia menganggapku hanya sebagai teman.
Karena hanya itu... aku akan sangat bahagia.
「Hei, Koga-kun. Bisakah aku membuat makan malam hari ini? Um...sebagai teman.」
Aku tidak akan mengatakan aku mencintaimu lagi. Aku akan menepati janji yang kubuat pada Koga-kun kemarin.
「Haha, tentu saja.」
Koga-kun tertawa.
Senyumnya yang tersinari matahari terbenam keemasan benar-benar mempesona, dan sangat menarik.
「Sebenarnya, aku menantikan makan malam Narushima-san setiap hari. Jadi, mohon bantuannya lagi」
「Nfufu. Begitukah? Kalau begitu aku akan melakukan yang terbaik hari ini!」
Tapi Koga-kun.
Bagaimana jika di masa depan ──── kelompok beranggotakan lima orang itu terpisah. Ketika kita semakin jarang bertemu.
Ketika tidak perlu lagi menyembunyikan hubungan rahasia di antara kita.
Maukah kau membiarkanku mengatakan aku mencintaimu sekali lagi?
Sampai saat itu, maukah kau membiarkanku berada di sisimu?
Tentu saja, aku tidak bisa mengatakan itu sekarang.
Aku benar-benar tidak ingin memikirkan tentang kita berlima yang akan terpisah.
Tapi kau tahu. Tetap saja, bahkan hingga saat ini.
Aku sangat menyukai Koga-kun.
Tidak akan lagi. Aku tidak bisa memikirkan orang lain selain kau.
Aku mencintaimu dari lubuk hatiku yang terdalam.
Itu sebabnya, meski hanya seorang teman, aku ingin tahu apakah kau akan memaafkanku selama aku terus memikirkanmu.
「Kalau begitu ayo mampir ke supermarket dan pulang.」
「Oke. Dan juga, mari kita minum untuk makan malam yang tidak bisa kita lakukan kemarin. Masih ada cola yang tersisa.」
「Eh? Kau yakin!? Ini akan semakin meriah!」
Kami bahkan tidak berpegangan tangan, hanya berjalan berdampingan seperti teman biasa.
Aku benar-benar baik-baik saja dengan itu sekarang.
Tidak apa-apa, tapi memang seharusnya begitu.
“Ting”
Smartphoneku tiba-tiba menerima pesan.
Ketika aku dengan santai melihat teksnya,
「...!?」
Tubuhku membeku, dan aku merasakan sangat berdebar-debar.
Itu sebabnya aku harus mengatakan ini.
「... M-maaf, Koga-kun. Sepertinya aku tidak bisa membuat makan malam hari ini...」
「Hah? Apa terjadi sesuatu?」
「Ya... ada sedikit... ada sedikit hal yang harus kulakukan. Kau pulanglah duluan.」
「Tidak apa-apa, tapi... apakah kau baik-baik saja Narushima-san? Wajahmu terlihat sangat pucat.」
Koga-kun masih mengatakan sesuatu, tapi aku berbalik dan memutuskan untuk segera kembali ke depan stasiun.
Pesan yang aku terima. Itu seperti ini.
Asagiri Hinoko [Maaf Yoru. Ini rahasia dari Koga-kun, tidak bisakah kita pergi ke restoran keluarga di depan stasiun sekarang? ]
Hinoko Asagiri [Dua anak laki-laki lainnya juga berkumpul]
Hinoko Asagiri [Semua orang ingin mengatakan sesuatu tentang Koga-kun...]







Post a Comment